MEDIA EMITEN -PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan rating PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR dari sebelumnya idAA menjadi idAA+.
Naiknya peringkat itu lantaran pertumbuhan laba bersih emiten semen pelat merah ini masih bertumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.
Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan peringkat itu diberikan untuk surat utang obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017 dan obligasi berkelanjutan I tahap II seri A dan seri B Tahun 2019 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp 7,07 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 Maret 2021 sampai dengan 1 Maret 2022,” kata Vita dalam keterangan tertulis yang dikutip Mediaemiten.com.
Menurutnya, peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Sementara Pefindo menjelaskan, efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan.
Dengan peringkat tersebut, emiten memiliki kemampuan sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, emiten dengan kode SMGR ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,72% menjadi Rp 2,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun.
Sementara pendapatan terkontraksi sebesar 12,87% menjadi Rp 35,17 triliun di sepanjang tahun lalu dari posisi pada 2019 yang senilai Rp 40,36 triliun.
Sementara kenaikan laba terjadi karena perseroan menekan sejumlah beban seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban keuangan.
Direktur Utama Semen Indonesia (SIG), Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia berkontraksi akibat pandemi Covid-19 tahun lalu, ditambah ketatnya persaingan, perseroan tetap mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan, khususnya dalam hal efisiensi biaya.
Hendi menambahkan, keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan didukung berbagai inisiatif strategis, seperti keberhasil perseroan menekan beban pokok pendapatan tahun 2020.
Penurunannya jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga perseroan berhasil mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.
Menurutnya, Semen Indonesia juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif. (wan)








