Inggris Berniat Pedalam Hubungan Ekonomi dengan Asia

- Pewarta

Senin, 24 September 2018 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Inggris berniat memperdalam hubungan ekonomi dengan negara-negara di Asia sebagai salah satu bentuk langkah kebijakan pasca-Brexit.

“Kami ingin mempertahankan hubungan yang kuat negara tetangga di Uni Eropa, tetapi kami juga melihat peluang besar karena Asia sedang tumbuh dan berkembang,” kata Menteri Muda Inggris untuk Bidang Ekonomi John Glen usai bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Politisi dari Partai Konservatif Inggris itu menjelaskan pihaknya memandang penting posisi Asia terutama di bidang perbankan dan jasa keuangan seiring dengan perkembangan kelas menengah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya juga akan mengunjungi Malaysia dan Jepang, tetapi saya memulai kunjungan saya ke Indonesia terlebih dahulu dan ini merupakan pengalaman yang penting,” ujar dia.

Asia merupakan rekan bisnis penting bagi Inggris, terutama dalam bidang jasa keuangan. Perdagangan antara Jepang dan Inggris bernilai 28 miliar poundsterling pada 2017, di mana Inggris mengekspor barang dan jasa senilai 13,7 miliar poundsterling.

Sementara perdagangan antara Inggris dan ASEAN juga mulai dipandang penting. Ekspor Inggris ke ASEAN tercatat bernilai 17,1 miliar poundsterling tahun lalu di mana 50,8 persennya berada di sektor finansial dan bisnis.

Dalam kesempatannya berdialog dengan Sri Mulyani, Glen juga membahas beragam isu salah satunya pembiayaan hijau (green finance).

“Kami meninjau bidang keuangan hijau, di mana kita dapat bekerja sama melalui dana kesejahteraan global (global prosperity fund) secara kooperatif dengan pemerintah Indonesia,” ujar dia. (cal)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru