Demokrat Tuding Gedung Putih Tipu Masyarakat Terkait Intelijen

- Pewarta

Jumat, 3 Juli 2020 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Para tokoh Demokrat di Kongres menyerang Gedung Putih, salah satu menuduh presiden dan para pembantunya berusaha menipu publik Amerika agar mereka mempercayai intelijen tentang persekongkolan Rusia untuk memberi hadiah bagi pihak yang membunuh tentara AS dan koalisi di Afghanistan tidak serius.

Kecaman yang datang dari Ketua DPR Nancy Pelosi menyusul sebuah pengarahan tertutup pada Kamis (2/7/2020) oleh direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) dan Badan Keamanan Nasional, serta direktur intelijen nasional yang baru dikonfirmasi.

Sementara Pelosi menolak mengomentari intelijennya, dia mengatakan, usaha Presiden Donald Trump dan stafnya untuk meminimalisasikan informasi itu merupakan perbuatan yang merugikan untuk pasukan militer yang ditempatkan di kawasan itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anda berhadapan dengan seorang penipu. Gedung Putih melakukan tipuan seakan-akan kalau intelijen belum mencapai konsensus 100 persen, maka tidak perlu dianggap penting,” katanya kepada reporter.

“Jangan percaya dengan kilah itu, dan demikian pula sikap masyarakat intelijen,” tambah Pelosi. “Mereka punya cukup intelijen dan tahu apa yang harus kita lakukan.”

Pejabat Gedung Putih, termasuk Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien, berulang-kali membela keputusan untuk tidak memberi pengarahan kepada presiden tentang intelijen itu.

O’Brien, Rabu (1/7/2020), menyalahkan hal itu diatas pundak petugas pelapor intelijen untuk Trump. Katanya kepada reporter, “dia membuat keputusan itu karena dia tidak yakin dengan intelijen yang dihasilkan.”

Pada hari yang sama Trump mengirim cuitan di Twitter menyebut tuduhan itu sebagai hoax yang bermaksud merugikan dirinya secara politik. (voa)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru