Polres Bekasi Harus Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2020 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Aksi kekerasan tidak boleh dibiarkan terjadi, apalagi terhadap wartawan yang dalam bertugas dilindungi UU. Indinesia Police Watch (IPW) sangat prihatin terhadap aksi kekerasan yg dialami wartawan Radar Bekasi dan mengecam keras tindakan pelaku.

Agar kasus serupa tidak berulang Polres Bekasi harus segera mengusut dan menangkap pelakunya. Melihat kronologisnya, memang tak mudah untuk mengungkap dan menangkap pelakunya.

Untuk itu masyarakat sekitar TKP diharapkan membantu aparatur kepolisian dalam memberikan informasi dan polres Bekasi perlu mencari kemungkinan ada cctv di sekitar TKP.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut informasi, korban dipepet sejumlah orang tak dikenal sepulang kerja dari kantornya sekitar pukul 23.30 WIB pada, Selasa 2 Juni 2020 malam. Setelah dipepet di Jalan Pengairan, Mega Hypermal, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, korban dihajar habis – habisan dengan berbagai benda tumpul.

Korban yang panik, berusaha menyelamatkan diri dengan memacu motornya hingga berhasil sampai di kontrakannya di RT03/RW018, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dari kronologis kejadian ada dua kemungkinan. Pertama, apakah pelakunya kawanan begal yang hendak menjarah dan mengambil sepeda motor korban. Sebab aksi begal kerap terjadi di sekitar Bekasi dan TKP tergolong kawasan sepi.

Kedua, apakah penganiayaan ini berkaitan dengan profesi korban sebagai wartawan dimana ada pihak tertentu yg merasa terusik kepentingannya akibat berita berita korban selama ini.

Apapun latar belakangnya polisi tetap hrs mengusutnya dgn tuntas. Tentunya teman teman korban perlu membantu memberikan informasi kepada polisi, apakah korban pernah bercerita tentang berita berita yang dilansir yang membuat pihak tertentu gerah.

Selain itu perlu juga ditelusuri berita berita yang dilansir korban dalam sebulan terakhir, apakah ada yang berpotensi membuat pihak-pihak tertentu merasa dendam hingga menganiaya korban.

Berulangnya kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan adalah teror bagi profesi jurnalis. Diharapkan organisasi profesi kewartawan ikut bekerja keras membantu polisi untuk mengungkap kasus ini dan kemudian membawa pelakunya ke pengadilan.

Oleh : Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB