Harga Minyak Turun, Persediaan dan Produksi Minyak AS Melonjak

- Pewarta

Kamis, 28 November 2019 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Minyak turun pada akhir perdagangan Kamis pagi (28/11/2019), setelah laporan menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat secara tak terduga minggu lalu, sementara stok bensin melonjak dan produksi mencapai rekor lain.

Namun penurunan harga minyak lebih lanjut dibatasi oleh optimisme bahwa kesepakatan perdagangan AS dan China akan segera tercapai.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun tipis 21 sen menjadi ditutup pada 64,06 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 30 sen menjadi menetap di 58,11 dolar AS per barel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Volume perdagangan WTI lebih rendah menjelang liburan Thanksgiving AS, dengan banyak kontrak perdagangan bulan depan turun sekitar lima persen dibandingkan dengan sesi sebelumnya.

Stok minyak mentah AS meningkat 1,6 juta barel pekan lalu karena produksi mencapai rekor tertinggi pada 12,9 juta barel per hari dan kilang-kilang berjalan melambat, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan 418.000 barel.

Berita yang lebih bearish dari EIA adalah bahwa persediaan bensin AS melonjak 5,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 1,2 juta barel. Bensin berjangka AS turun 3,63 sen atau 2,1 persen, menjadi 1,67 dolar AS per galon.

“Perkiraan EIA tentang peningkatan lebih lanjut dalam produksi minyak mentah ke rekor kecepatan 12,9 juta barel per hari tampaknya memberikan katalis yang signifikan di balik penjualan hari ini,” kara Presiden perusahaan penasihat perdagangan Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, dalam sebuah catatan.

Harga minyak sedikit mengurangi kerugiannya setelah sebuah laporan menunjukkan para pengebor minyak AS mengurangi jumlah rig pengeboran untuk rekor 12-bulan berturut-turut. Jumlah rig yang beroperasi merupakan indikasi pasokan di masa depan.

Pengebor mengurangi tiga rig minyak dalam seminggu yang berakhir 27 November, sehingga jumlah totalnya turun menjadi 668 rig, terendah sejak April 2017, perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan dalam data yang dirilis lebih awal karena liburan Thanksgiving AS, Kamis.

Berharap bahwa Beijing dan Washington akan mencapai kesepakatan perdagangan, juga telah membatasi kerugian minyak.

Harga telah naik selama dua hari terakhir di tengah ekspektasi bahwa China dan AS, dua pengguna minyak mentah terbesar di dunia, akan segera menandatangani perjanjian awal, menandakan diakhirinya sengketa perdagangan 16 bulan mereka.

“Optimisme kesepakatan perdagangan berlanjut,” kata Tamas Varga dari broker minyak PVM. “Keyakinan dalam kesepakatan perdagangan positif terus berlanjut.”

Optimisme itu dipicu oleh komentar Presiden AS Donald Trump pada Selasa (26/11/2019) yang mengatakan AS dan China hampir mencapai kesepakatan setelah perunding top berbicara melalui telepon dan setuju untuk terus bekerja pada masalah-masalah yang tersisa. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB