Harga Minyak di Asia Turun dua Hari Beruntun, Produksi Saudi Naik

- Pewarta

Selasa, 12 November 2019 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Tokyo – Harga minyak AS turun untuk hari kedua berturut-turut di perdagangan Asia pada Selasa pagi, di tengah sedikit tanda kemajuan pada pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China, sementara produksi minyak mentah Arab Saudi naik, memperkuat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 20 sen atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di 56,66 dolar AS per barel pada pukul 00.39 GMT (07.39 WIB). Kontrak WTI 0,7 persen di sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent belum diperdagangkan setelah jatuh 0,5 persen pada Senin (11/11/2019).

Kekhawatiran tentang dampak permintaan minyak dari perang perdagangan AS-China selama 16-bulan yang telah membebani pertumbuhan ekonomi global, muncul kembali menyusul keraguan tentang peluang kesepakatan perdagangan fase satu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu (9/11/2019) bahwa pembicaraan dengan China berjalan dengan “sangat baik” tetapi Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan jika itu adalah tepat untuk Washington. Dia juga mengatakan ada pelaporan yang salah tentang kesediaan AS untuk mencabut tarif.

“Harga minyak tertekan pada awal minggu ini karena kekhawatiran perdagangan menggagalkan beberapa momentum yang kita lihat pada Oktober bahwa kesepakatan fase satu akan memberikan dorongan untuk permintaan energi,” kata Edward Moya, ahli strategi pasar senior di OANDA.

Kehati-hatian juga melanda pasar lain menjelang pidato Presiden AS Donald Trump kepada Economic Club of New York di kemudian hari kalau-kalau ada kata baru tentang perjanjian.

Di sisi pasokan, Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya pada Oktober menjadi 10,3 juta barel per hari (bph), meskipun tetap menjaga pasokannya ke pasar minyak di bawah target produksi OPEC.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC , mungkin akan memperpanjang kesepakatan untuk membatasi pasokan minyak mentah tetapi tidak mungkin memperdalam pemotongan mereka, kata menteri energi Oman.

OPEC+, yang telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari sejak Januari berdasarkan kesepakatan yang akan berlangsung hingga Maret 2020, akan bertemu berikutnya pada awal Desember.

Di tempat lain, data AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di Cushing, titik pengiriman untuk WTI, turun sekitar 1,2 juta barel dalam sepekan yang berakhir 8 November, kata para pedagang, mengutip perusahaan intelijen pasar Genscape.

Persediaan Cushing telah meningkat selama lima minggu berturut-turut hingga 1 November, menurut data pemerintah. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB