Harga Minyak Naik, Terangkat Prospek Permintaan dan Kesepakatan Dagang

- Pewarta

Selasa, 5 November 2019 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Houston – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa pagi (5/11/2019) terangkat oleh prospek permintaan minyak mentah yang meningkat karena pertumbuhan pekerjaan AS lebih baik dari perkiraan, serta harapan pasar atas kesepakatan perdagangan AS-China tahap awal akan tercapai bulan ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari, naik 0,44 dolar AS atau 0,7 persen, menjadi ditutup pada 62,13 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, bertambah 0,34 dolar AS atau 0,6 persen, menjadi menetap pada 56,54 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Optimisme pasar tentang kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China mendorong indeks saham AS ke rekor tertinggi pada Senin (4/11/2019), mengangkat harga minyak. Saham-saham sektor energi meningkat paling banyak dari 11 sektor utama S&P 500.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump telah berhubungan terus-menerus melalui “berbagai cara,” kata China pada Senin (4/11/2019), ketika ditanya kapan dan di mana kedua pemimpin akan bertemu untuk menandatangani kesepakatan perdagangan.

“Kedua belah pihak (China dan Amerika Serikat) berbicara banyak tentang kesepakatan perdagangan. Dan Anda memiliki Federal Reserve yang condong ke dalam situasi ekonomi yang terlihat lebih baik ini, yang mengangkat semua perahu,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Pada Jumat (1/11/2019) harga minyak melonjak sekitar dua dolar AS per barel setelah para pejabat AS mengatakan kesepakatan bisa ditandatangani bulan ini.

Angka pertumbuhan lapangan kerja AS yang membaik pada Oktober dan revisi naik dari dua bulan sebelumnya, yang dilaporkan pada Jumat (1/11/2019), juga mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang akan memperlambat permintaan minyak mentah, kata analis pasar minyak.

Angka penggajian (payrolls) non-pertanian meningkat 128.000 pekerjaan bulan lalu, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan data penggajian naik 89.000 pekerjaan pada Oktober. Ekonomi juga menciptakan 95.000 lebih banyak pekerjaan pada Agustus dan September dari perkiraan sebelumnya.

Pemangkasan suku bunga Federal Reserve pekan lalu dan pelemahan dolar AS baru-baru ini juga telah membantu mengangkat harga minyak, kata para analis. Permintaan minyak mentah, yang diperdagangkan dalam dolar AS, biasanya menguat ketika dolar AS melemah.

“Pelonggaran kebijakan moneter, bersama dengan peluang yang meningkat dari kesepakatan perdagangan AS-China, mendorong pasar minyak. (Harapan) peningkatan permintaan telah mengangkat harga,” kata Phillip Streible, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Para hedge fund sudah mulai membangun kembali posisi beli dalam minyak mentah dan bahan bakar.

Membatasi kenaikan, persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat sebesar 2,7 juta barel pekan lalu, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan menjelang data mingguan pada Rabu.

Tetapi penutupan pipa saluran minyak Keystone, TC Energy Corp’s​​​​​​​, yang mengangkut 590.000 barel per hari, arteri utama untuk impor minyak mentah berat dari Kanada ke Amerika Serikat, menyusul tumpahan minyak 9.000 barel, dapat berdampak pada data.

Penutupan itu dapat menyebabkan pasokan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk berjangka AS, naik hanya sedikit atau bahkan menurun, yang akan melunakkan dampak jika data menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah secara keseluruhan, kata Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Persediaan minyak mentah di Cushing naik menjadi sekitar 49 juta barel pada Jumat (1/11/2019), bertambah sekitar 300.000 barel dari angka sebelumnya yang diambil pada Selasa (29/10/2019) ketika tumpahan terdeteksi, kata para pedagang, mengutip perusahaan intelijen pasar Genscape. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru