Saham-Saham di Wall Street Melambung, Ditopang Laporan Laba yang Kuat

- Pewarta

Rabu, 16 Oktober 2019 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Streeet lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu pagi (16/10/2019), karena pasar ditopang oleh awal musim pelaporan laba perusahaan kuartal ketiga yang kuat, serta data manufaktur moderat dari Negara Bagian New York.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 237,44 poin atau 0,89 persen, menjadi berakhir di 27.024,80 poin. Indeks S&P 500 meningkat 29,53 poin atau 1,00 persen, menjadi ditutup di 2.995,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir menguat 100,06 poin atau 1,24 persen, menjadi 8.148,71 poin.

Sembilan dari 11 saham sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik hampir 1,8 persen, memimpin keuntungan secara sektoral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar saham-saham unggulan atau blue-chips memperpanjang kenaikan di sekitar bel penutupan, dengan saham UnitedHealth Group dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak 8,16 persen dan 3,01 persen, memimpin kenaikan.

Musim pelaporan laba saat ini dimulai oleh rilis kinerja perusahaan yang lebih kuat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga dari JP Morgan Chase, Johnson & Johnson, UnitedHealth, BlackRock, dan Citigroup. Namun hasil laba dari Goldman Sachs dan Wells Fargo datang sedikit di bawah perkiraan pasar.

Di sisi ekonomi, aktivitas bisnis tumbuh sedikit di Negara Bagian New York, menurut hasil Survei Manufaktur Negara Bagian New York Oktober 2019 yang dirilis pada Senin (14/10/2019).

Indeks manufaktur Empire State New York (Negara Bagian New Yor) naik dua poin menjadi 4,0 dari September, didorong oleh meningkatnya pengiriman dan sedikit peningkatan pesanan baru.

Indeks tersebut menilai prospek enam bulan yang menunjukkan bahwa optimisme tentang kondisi masa depan agak membaik tetapi tetap lemah, survei mengatakan.

Sementara itu, para investor mencerna perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yang dipatok pada tingkat tiga persen untuk 2019, menandai laju paling lambat sejak krisis keuangan global.

Pertumbuhan yang diperkirakan turun 0,2 poin persentase dari estimasi pada Juli, menurut laporan Prospek Ekonomi Dunia terbaru yang dikeluarkan pada Selasa (15/10/2019).

Perkiraan terbaru diperlemah terutama oleh meningkatnya hambatan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, tulis kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah posting blog. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB