Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (15/10/2019), karena investor beralih ke pembelian safe haven.
Kenaikan itu juga setelah Federal Reserve AS mengumumkan pada pekan lalu bahwa mereka akan mulai memperluas neraca keuangannya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,9 dolar AS atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 1.497,6 dolar AS per ounce.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kenaikan emas dibatasi greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur uang terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,2 persen menjadi 98,5 pada pukul 17.30 GMT.
Dolar AS menguat seiring dengan kenaikannya terhadap pound Inggris, karena investor memantau perkembangan Brexit.
Analis mengatakan pound Inggris mulai turun setelah Inggris dan Uni Eropa (UE) mengatakan pada akhir pekan bahwa ada jalan panjang sebelum mereka dapat menyetujui kesepakatan Brexit.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Baca Juga:
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 16,6 sen atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 17,71 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 0,9 dolar AS atau 0,1 persen, menjadi 899,4 dolar AS per ounce.
Harga emas berjangka turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena kenaikan di pasar saham AS merusak daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 12,2 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.488,7 dolar AS per ounce pada akhir pekan lalu (11/10/2019). (pep)






