Emas Berjangka Menguat Ditopang Pembelian “Safe Haven”

- Pewarta

Selasa, 15 Oktober 2019 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (15/10/2019), karena investor beralih ke pembelian safe haven.

Kenaikan itu juga setelah Federal Reserve AS mengumumkan pada pekan lalu bahwa mereka akan mulai memperluas neraca keuangannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,9 dolar AS atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 1.497,6 dolar AS per ounce.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kenaikan emas dibatasi greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur uang terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,2 persen menjadi 98,5 pada pukul 17.30 GMT.

Dolar AS menguat seiring dengan kenaikannya terhadap pound Inggris, karena investor memantau perkembangan Brexit.

Analis mengatakan pound Inggris mulai turun setelah Inggris dan Uni Eropa (UE) mengatakan pada akhir pekan bahwa ada jalan panjang sebelum mereka dapat menyetujui kesepakatan Brexit.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 16,6 sen atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 17,71 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 0,9 dolar AS atau 0,1 persen, menjadi 899,4 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena kenaikan di pasar saham AS merusak daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 12,2 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.488,7 dolar AS per ounce pada akhir pekan lalu (11/10/2019). (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB