Harga Minyak Kembali Turun, Perpanjang Kerugian Besar Pekan Lalu

- Pewarta

Senin, 7 Oktober 2019 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Singapura – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Senin pagi (7/10/2019), memperpanjang kerugian besar pekan lalu, karena para pedagang khawatir perlambatan ekonomi global akan membebani pertumbuhan permintaan minyak di masa depan, sementara mengaitkan harapan rebound pada kemajuan pembicaraan pekan ini untuk mengakhiri perang dagang Amerika Serikat dan China.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen menjadi diperdagangkan di 58,13 dolar AS per barel pada pukul 01.47 GMT (08.47 WIB), sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berkurang 12 sen menjadi diperdagangkan di 52,69 dolar AS per barel.

Kedua kontrak pekan lalu berakhir dengan penurunan lebih dari lima persen setelah data manufaktur suram dari Amerika Serikat dan China, karena pertikaian yang masih berlangsung antara negara-negara top dunia merugikan pertumbuhan global dan meningkatkan risiko resesi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pejabat AS dan China akan bertemu di Washington pada 10-11 Oktober dalam upaya baru berikutnya yang sangat dinanti untuk menyelesaikan suatu kesepakatan.

Di sisi pasokan, dimulainya kembali lebih cepat dari yang diperkirakan dalam produksi Arab Saudi setelah serangan 14 September pada fasilitas produksi utama juga memberikan tekanan turun pada harga minyak, meskipun Timur Tengah tetap tegang.

Di Irak, produsen terbesar kedua di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), kerusuhan anti-pemerintah yang mematikan merupakan tantangan keamanan dan politik terbesar sejauh ini kepada pemerintah tahun lalu Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi.

Pasokan global juga menghadapi tekanan dari perbaikan dan pemeliharaan fasilitas.

Ladang minyak Buzzard di Laut Utara Inggris telah ditutup untuk pekerjaan perbaikan pipa, kata juru bicara CNOOC China, Jumat (4/10/2019). Buzzard adalah kontributor utama aliran minyak mentah Forties, yang terbesar dari lima kelas minyak Laut Utara yang menopang masa depan minyak mentah Brent.

Sementara itu National Oil Corporation (NOC) Libya mengatakan pada Minggu (6/10/2019) bahwa mereka akan menutup ladang minyak Faregh di pelabuhan Zueitina untuk pemeliharaan terjadwal mulai Senin hingga 14 Oktober. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB