SMCB Tetap Pakai Merek Dagang Holcim hingga Januari 2020

- Pewarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) akan tetap menggunakan merek dagang Holcim hingga akhir Januari 2020. Pascaakuisisi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk perusahaan diperkenankan menggunakan merek dagang tersebut.

“Sesuai dengan perjanjian kita dengan Semen Indonesia, kita masih masih bisa pakai nama Holcim sampai akhir Januari 2020,” ujar Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar dalam konferensi pers di Hotel Sheraton, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.

Menurut Aulia, perusahaan kini tengah menyusun strategi perubahan nama. Maklum, Holcim dinilai sebagai merek dagang yang sudah melekat di mata publik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Strategi rebranding-nya Holcim itu tentang inovasinya, itu yang kita jaga. Kemudian kedekatan kita ke pelanggan. Dua hal itu harus dipegang,” tegas dia.

Selain me-rebranding, perusahaan juga penting untuk menjaga ketersediaan produk di pasar.

“Menurut kami itu sama pentingnya juga dengan rebranding itu sendiri,” tutur dia.

Kinerja keuangan perusahaan hingga tiga bulan pertama tahun ini mengalami perbaikan. Tingkat kerugian berhasil ditekan sebesar 63 persen, dari Rp332 miliar di 2018 menjadi hanya Rp123 miliar.

“Alhamdulillah kinerja keuangan kita relatif cukup bagus karena beban-beban menurun signifikan, sehingga kita berhasil menurunkan tingkat kerugian kita hingga 63 persen,” jelas Aulia.

Pendapatan emiten berkode SMCB hingga kuartal I-2019 itu sebesar Rp2,20 triliun, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp2,18 triliun. Sementara posisi utang perseroan hingga Mei 2019 sebanyak Rp9 triliun.

Sedangkan volume penjualan dari Januari sampai Mei 2019 tercatat turun 2,85 persen dibandingkan dengan pencapaian periode sama 2018, dari 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. “Kinerja kita membaik meskipun market (industri semen) masih dalam tekanan,” pungkas dia. (*)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru