MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menyusul imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS turun dari level tertinggi baru-baru ini.
Dow Jones Industrial Average naik 387,40 poin atau 1,17% menjadi 33.390,97. S&P 500 naik 1,61% menjadi 4.045,64, dan Nasdaq Composite naik 1,97% menjadi ditutup pada 11.689,01.
Dow membukukan kenaikan 1,75% dan menghentikan penurunan beruntun empat minggu. S&P 500 ditutup naik 1,90% pada minggu ini dan minggu positif pertamanya dalam empat minggu terakhir. Nasdaq mengakhiri minggu 2,58% lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun di bawah ambang batas 4%, level kunci dalam 10 tahun yang dapat memicu penurunan saham lainnya. Minggu ini yield sempat menembus 4% dan itu membuat saham-saham turun.
Treasury 10-tahun adalah suku bunga acuan yang memengaruhi hipotek dan pinjaman mobil, sehingga sangat mempengaruhi perekonomian.
Pelaku pasar juga menanti rilis data yang akan datang seperti ketenagakerjaan dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator arah kebijakan Fed.
Sentimen pasar mendapat dorongan Kamis setelah Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bank sentral dapat mempertahankan kenaikan suku bunga 25 Bps daripada kenaikan 50 Bps.
Namun, Gubernur Fed Christopher J. Waller mengatakan kemungkinan rate terminal (titik maksimal di mana the Fed menghentikan kenaikan suku bunga) yang lebih tinggi jika angka inflasi tidak turun. Dia merujuk pada laporan tenaga kerja Januari, yang menunjukkan AS menambahkan 517.000 pekerjaan, serta data terbaru dari indeks harga konsumen dan laporan pengeluaran konsumsi pribadi.







