Wall Street Rebound, Yield Obligasi AS Turun

- Pewarta

Sabtu, 4 Maret 2023 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, New York Stock Exchange, AS/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, New York Stock Exchange, AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menyusul imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS turun dari level tertinggi baru-baru ini.

Dow Jones Industrial Average naik 387,40 poin atau 1,17% menjadi 33.390,97. S&P 500 naik 1,61% menjadi 4.045,64, dan Nasdaq Composite naik 1,97% menjadi ditutup pada 11.689,01.

Dow membukukan kenaikan 1,75% dan menghentikan penurunan beruntun empat minggu. S&P 500 ditutup naik 1,90% pada minggu ini dan minggu positif pertamanya dalam empat minggu terakhir. Nasdaq mengakhiri minggu 2,58% lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbal hasil Treasury 10 tahun turun di bawah ambang batas 4%, level kunci dalam 10 tahun yang dapat memicu penurunan saham lainnya. Minggu ini yield sempat menembus 4% dan itu membuat saham-saham turun.

Treasury 10-tahun adalah suku bunga acuan yang memengaruhi hipotek dan pinjaman mobil, sehingga sangat mempengaruhi perekonomian.

Pelaku pasar juga menanti rilis data yang akan datang seperti ketenagakerjaan dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator arah kebijakan Fed.

Sentimen pasar mendapat dorongan Kamis setelah Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bank sentral dapat mempertahankan kenaikan suku bunga 25 Bps daripada kenaikan 50 Bps.

Namun, Gubernur Fed Christopher J. Waller mengatakan kemungkinan rate terminal (titik maksimal di mana the Fed menghentikan kenaikan suku bunga) yang lebih tinggi jika angka inflasi tidak turun. Dia merujuk pada laporan tenaga kerja Januari, yang menunjukkan AS menambahkan 517.000 pekerjaan, serta data terbaru dari indeks harga konsumen dan laporan pengeluaran konsumsi pribadi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru