Wall Street Melemah Jelang Data Inflasi dan Khawatir Debt Ceiling

- Pewarta

Rabu, 10 Mei 2023 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

 MEDIA EMITEN -Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor menunggu data inflasi AS dan juga mematau perkembangan negosiasi terkait pagu utang (debt ceiling).

Indeks Dow Jones IndustialAverage turun 56,88 poin atau sekitar 0,17% menjadi 33.561,81. Indeks S&P 500 melemah 18,95 poin atau 0,46% menjadi 4.119,17, dan Nasdaq Composite merosot 77,36 poin atau 0,63%menjadi 12.179,55 poin.

Kongres AS terbelah untuk menaikkan pagu utang pemerintah federal, yang saat ini mencapai lebih dari US$ 31 triliun tetapi berisiko kehabisan dana pada awal Juni. Presiden Joe Biden diharapkan bertemu dengan para pemimpin kongres pada hari Selasa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

AS semakin mendekati default, hampir separuh bank AS memperketat standar pemberian kredit. Jika  perusahaa kesulitan mengakses pinjaman, hal itu bisa memangkas investasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Wall Street juga menantikan laporan inflasi April pada hari Rabu untuk petunjuk apakah Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni. Inflasi diperkirakan akan naik 5% dari tahun lalu. Inflasi inti”, yang menghilangkan biaya yang lebih fluktuatif dari makanan dan bahan bakar, di April diperkirakan naik 0,4% dari bulan sebelumnya dan 5,5% dari tahun lalu, menurut data Bloomberg.

Presiden Bank Sentral New York John Williams memperingatkan pada Selasa bahwa inflasi “masih terlalu tinggi” karena pasar tenaga kerja yang kuat.

Secara terpisah, data ekonomi menunjukkan bahwa kepercayaan pemilik usaha kecil turun pada April ke level terendah sejak 2013, menandakan penarikan investasi bisnis.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS naik. Imbal hasil surat utang 10 tahun diperdagangkan naik menjadi 3,53%, sementara imbal hasil surat utang dua tahun naik menjadi 4,03%. Indeks dolar menguat, sementara harga emas sedikit naik.

 

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB