Wall Street Lanjutkan Kenaikan, Optimis Pembicaraan Pagu Utang

- Pewarta

Jumat, 19 Mei 2023 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN Saham-saham di Wall Street melanjutkan kenaikan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Pasar optimisme bahwa kesepakatan plafon utang AS dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 115,14 poin atau 0,34% menjadi 33.535,91 poin. Indeks S&P 500 naik 39,28 poin atau 0,94% menjadi 4.198,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq melesat 188,27 poin atau 1,51% menjadi 12.688,84 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa teknologi dan komunikasi memimpin kenaikan, masing-masing menguat 2,06% dan 1,79%. Sementara itu, sektor real estat dan bahan pokok konsumen memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,68%dan 0,44%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investor semakin yakin bahwa Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Kongres tampaknya memiliki pemahaman yang sama tentang mencapai kompromi untuk mencegah bencana gagal bayar utang AS.

Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan Kamis (18/5/2023) dia optimis bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan plafon utang pada waktunya untuk pemungutan suara Dewan Perwakilan Rakyat paling cepat minggu depan.

Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi, serta pernyataan yang relatif hawkish dari seorang bankir bank sentral.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (18/5/2023) bahwa klaim pengangguran baru turun menjadi 242.000 dalam pekan yang berakhir 13 Mei, dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom 254.000 dan minggu sebelumnya 264.000.

National Association of Realtors (NAR) mengatakan Kamis (18/5/2023) bahwa penjualan rumah yang ada turun 3,4 persen pada April dari Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 4,28 juta unit.

“Kombinasi perolehan pekerjaan, persediaan terbatas, dan suku bunga hipotek yang berfluktuasi selama beberapa bulan terakhir telah menciptakan lingkungan permintaan perumahan yang kuat,” kata Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan mengatakan Kamis (18/5/2023) bahwa data ekonomi sejauh ini tidak membenarkan melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral pada Juni.

Investor bullish tampaknya melihat jeda potensial sebagai peluang pembelian saham, berdasarkan keyakinan bahwa Fed akan segera mulai memangkas suku bunga, yang akan mendukung valuasi ekuitas yang lebih tinggi, kata CIO Morgan Stanley Wealth Management, Lisa Shalett.

“Namun, tanda-tanda baru-baru ini dari inflasi yang persisten menunjukkan bahwa Fed malah dapat mempertahankan suku bunga lebih lama. Terlebih lagi, melihat siklus kenaikan suku bunga di masa lalu menunjukkan bahwa lebih banyak tekanan ekonomi dan pasar mungkin akan terjadi,” kata Shalett.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB