Wall Street Kembali Koreksi, Dow Turun Lebih 200 Poin

- Pewarta

Rabu, 1 Maret 2023 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street kembali koreksi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dalam sesi yang fluktuatif.

Dow Jones Industrial Average turun 232,39 poin atau 0,7% menjadi 32.656,70. S&P 500 melemah 0,3% menjadi 3.970,15, dan Nasdaq Composite ditutup tergerus 0,1% pada 11.455,54.

Semua indeks utama bursa AS membukukan bulan negatif kedua dalam 3 bulan terakhir. Dow Jones melemah 4,19% untuk bulan ini dan telah turun 1,48% sepanjang 2023. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun sekitar 2,61% dan 1,11% pada bulan Februari, tetapi masih lebih tinggi dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelemahan bursa AS terjadi setelah awal tahun sempat menguat. S&P 500 menguat lebih 6% di bulan Januari 2023. Namun, lonjakan tajam imbal hasil Treasury atau obligasi pemerintah AS bulan Februari merusak sentimen investor saham. Para trader khawatir suku bunga Federal Reserve, The Fed yang lebih tinggi akan bertahan lebih lama.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November.

“Sebagian besar investor mengharapkan tenor 10 tahun melonjak lebih 4%, saya melihat 4% sebagai batas atas imbal hasil (yang) akan membantu pasar saham pulih di bulan Maret,” kata Founder dan CEO KKM Financial, Jeff Kilburg dikutip CNBC International.

Meski inflasi kata dia, tekanan bursa saham di Februari didorong kebijaksanaa suku bunga the Fed.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB