Wall Street Jatuh Tertekan Kenaikan Yield Obligasi AS

- Pewarta

Kamis, 20 Oktober 2022 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS melemahkan momentum dari musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan saat ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 99,99 poin atau 0,33% menjadi 30.423,81 poin. Indeks S&P 500 jatuh 24,82 poin atau 0,67% menjadi 3.695,16 poin. Nasdaq Composite turun 91,89 poin atau 0,85% menjadi 10.680,51 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan keuangan masing-masing terpuruk 2,56% dan 1,59%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,94% seiring kenaikan harga minyak, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik 13 basis poin menjadi sekitar 4,13% pada Rabu, level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Imbal hasil pada surat utang pemerintah 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan juga naik.

Pasar ekuitas biasanya bergerak negatif dengan imbal hasil obligasi, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat investasi ekuitas menjadi kurang menarik.

Kenaikan imbal hasil membebani saham-saham ternama yang sensitif terhadap suku bunga seperti saham real estat, turun 2,56% sebagai sektor S&P berkinerja terburuk hari ini, dan saham-saham pertumbuhan megacap seperti Microsoft Corp dan Amazon.com Inc.

Abbott Laboratories anjlok 6,5% setelah melaporkan pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan dalam penjualan perangkat medis internasional, terpukul oleh dolar yang kuat dan tantangan pasokan di China.

Namun demikian, saham Netflix melonjak 13,1% sebagai operator berkinerja terbaik S&P 500 setelah menarik 2,4 juta pelanggan baru di seluruh dunia pada kuartal ketiga, lebih dari dua kali lipat perkiraan konsensus, dan dipandu untuk mendapatkan 4,5 juta pelanggan tambahan pada akhir tahun.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB