Wall Street Jatuh Terpukul Lonjakan Yield Obligasi AS

- Pewarta

Rabu, 6 April 2022 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) terpukul imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun yang melonjak ke level 2,6%.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 280,70 poin atau 0,8% menjadi menetap di 34.641,18 poin. Indeks S&P 500 jatuh 57,52 poin atau 1,26% menjadi 4.525,12 poin. Nasdaq Composite anjlok 328,38 poin atau 2,26% menjadi ditutup di 14.204,17 poin.

Nasdaq yang berbasis teknologi membukukan penurunan persentase harian terbesar dalam waktu sekitar sebulan, karena penurunan saham kelas berat seperti Apple Inc dan Amazon.com Inc.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada konferensi pada Selasa waktu AS, Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, kenaikan suku bunga metodis dan pengurangan cepat ke neraca Fed untuk membawa kebijakan moneter AS ke “posisi yang lebih netral” akhir tahun ini, dengan pengetatan lebih lanjut untuk mengikuti sesuai kebutuhan.

Komentar Brainard “menunjukkan titik bahwa Fed siap untuk menjadi lebih agresif,” kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco. Ini memiliki efek negatif pada ekuitas karena kekhawatiran meningkatkan kemungkinan resesi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke tertinggi multi-tahun dengan imbal hasil lepas landas setelah komentar Brainard.

Prospek Fed yang lebih hawkish menyebabkan awal tahun yang sulit untuk ekuitas dan khususnya untuk saham teknologi dan pertumbuhan yang valuasinya lebih ditekan oleh imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Saham telah rebound dalam beberapa pekan terakhir, dengan S&P 500 sekarang turun sekitar 5% sepanjang tahun ini.

Fokus pada The Fed akan berlanjut pada Rabu, ketika bank sentral merilis risalah pertemuan Maret.
“Untuk sisa minggu ini, pasar akan didorong oleh suku bunga dan akan didorong oleh komentar Fed tentang suku bunga,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Investor juga tetap fokus pada krisis Ukraina, yang telah menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas yang dapat memperburuk gambaran inflasi yang sudah mengkhawatirkan.

Pada perdagangan semalam, sekitar 11,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian sekitar 13 miliar selama 20 sesi terakhir.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB