Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Investor Cerna Data Ekonomi AS

- Pewarta

Selasa, 5 November 2019 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa pagi (5/11/2019), karena investor mencerna rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang beragam.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 114,75 poin atau 0,42 persen, menjadi ditutup di 27.462,11 poin. Indeks S&P 500 menguat 11,36 poin atau 0,37 persen, menjadi berakhir di 3.078,27 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 46,80 poin atau 0,56 persen, menjadi 8.433,20 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi naik 3,15 persen, memimpin keuntungan sektoral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas dari 30 saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar bel penutupan, dengan saham Chevron dan Walgreens Boots Alliance melonjak masing-masing hampir 4,61 persen dan 3,96 persen, memimpin kenaikan.

Saham yang sensitif terhadap perdagangan dan dipantau secara luas, 3M dan Intel juga naik masing-masing sebesar 2,83 persen dan 1,95 persen.

Saham Under Armor anjlok 18,92 persen, setelah merek pakaian atletik itu memangkas pedoman pendapatan setahun penuhnya.

Di sisi ekonomi, pesanan barang pabrik AS mundur 0,6 persen pada September, menyusul penurunan 0,1 persen pada Agustus, Biro Sensus mengatakan Senin (4/11/2019).

Angka tersebut datang lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,5 persen oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan penurunan 0,4 persen yang diperkirakan oleh survei MarketWatch.

Wall Street mengalami reli besar-besaran pada Jumat (1/11/2019) dengan indeks 30-saham ditutup naik 301,13 poin menjadi 27.347,36 poin, didorong oleh data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan.

Pengusaha-pengusaha Amerika Serikat menambahkan 128.000 pekerjaan pada Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (1/11/2019). Angka tersebut melampaui perkiraan para ekonom 75.000 pekerjaan yang disurvei oleh MarketWatch. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru