Wall Street Ditutup Beragam, Sektor Energi Melonjak

- Pewarta

Selasa, 4 April 2023 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Beragam, Sektor Energi Melonjak

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Sektor energi melonjak karena investor mencerna keputusan produsen minyak utama OPEC+ untuk memangkas produksi yang mendorong S&P 500 menguat.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan perawatan kesehatan masing-masing naik 4,91%dan 1,08%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor real estat merosot 0,95%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 327,00 poin atau 0,98% menjadi 33.601,15 poin. Indeks S&P 500 naik 15,20 poin atau 0,37% menjadi 4.124,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 32,46 poin atau 0,27% menjadi 12.189,45 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham terkait energi menguat setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ pada Minggu (2/4/2023) secara tak terduga mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah lebih dari 1 juta barel per hari mulai Mei.

Pemotongan produksi OPEC+ dapat mendorong harga minyak menuju 100 dolar AS per barel yang mengangkat ekuitas minyak dengan Chevron Corp, Exxon Mobil Corp dan Occidental Petroleum Corp semuanya menguat lebih dari 4,0 persen.

Sementara itu, pasar dibebani oleh data yang menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada Maret selama lima bulan berturut-turut.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Senin (3/4/2023) bahwa PMI (Indeks Manajer Pembelian) manufaktur AS turun menjadi 46,3 persen pada Maret dari 47,7% pada Februari. Angka tersebut meleset dari ekspektasi pasar dan menandai level terendah sejak Mei 2020. Angka di bawah 50% menandakan kontraksi di sektor ini.

Namun, prospek biaya minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi di Wall Street hanya beberapa hari setelah bukti penurunan harga meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mengakhiri kampanye pengetatan moneter yang agresif.

Musim laporan keuangan kuartal pertama sudah dekat, dengan bank-bank besar di antara yang pertama melaporkan dalam beberapa minggu mendatang dan menawarkan rincian tentang kesehatan sektor secara keseluruhan setelah keruntuhan Silicon Valley Bank pada Maret memicu kekhawatiran akan krisis industri yang lebih luas.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan 10,9 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata 12,7 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB