Wall Street Berhasil Menguat Jelang Pertemuan Fed

- Pewarta

Selasa, 20 September 2022 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dalam sesi yang berfluktuasi. Fokus pasar pada pertemuan Federal Reserve (Fed) pada 21 September waktu AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 197,26 poin atau 0,64% menjadi 31.019,68 poin. Indeks S&P 500 naik 26,56 poin atau 0,69% menjadi 3.899,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 86,62 poin atau 0,76% menjadi ditutup di 11.535,02 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material dan konsumer non-primer masing-masing terdongkrak 1,63% dan 1,34%, melampaui sektor lainnya. Namun, kelompok perawatan kesehatan dan real estat masing-masing tergelincir 0,54% dan 0,21%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk pekan yang berakhir Jumat (16/9/2022), indeks Dow turun 4,1%, S&P 500 kehilangan 4,8%, dan Indeks Nasdaq turun sekitar 5,5%, di tengah kekhawatiran atas laju pengetatan bank sentral.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq rebound dari mencatat penurunan persentase mingguan terburuk sejak Juni pada Jumat (16/9/2022), karena pasar sepenuhnya memperkirakan setidaknya kenaikan suku bunga 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan Fed 20-21 September, dengan dana Fed berjangka. menunjukkan peluang 15% untuk kenaikan 100 basis poin.

“Ketika pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir Rabu ini, kami memperkirakan The Fed akan meningkatkan retorika memerangi inflasi satu atau dua tingkat lagi,” kata analis UBS.

Selain menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, ia memperkirakan proyeksi ekonomi FOMC menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih banyak, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, dan pengangguran yang lebih tinggi. Sikap kehati-hatian untuk taruhan baru menjelang pertemuan Fed.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru