Wall Street Berakhir Menguat, Tertahan Saham Boeing dan Facebook

- Pewarta

Selasa, 19 Maret 2019 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Selasa pagi (19/3/2019), karena para investor menunggu pertemuan penting Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), tetapi kenaikannya dibatasi oleh saham Boeing dan Facebook yang mengalami kesulitan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 65,23 poin atau 0,25 persen, menjadi berakhir di 25.914,10 pon. Indeks S&P 500 bertambah 10,46 poin atau 0,37 persen, menjadi ditutup di 2.832,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 25,95 poin atau 0,34 persen, menjadi 7.714,48 poin.

Keuntungan Dow dipimpin oleh Goldman Sachs. Saham bank investasi AS ini meningkat 2,12 persen pada penutupan, berada di antara saham yang berkinerja terbaik dalam indeks 30-saham.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi dan consumer discretionary naik lebih dari satu persen, memimpin keuntungan.

Saham-saham teknologi besar AS, seperti Amazon dan Apple, naik, menopang Nasdaq.

Namun, saham Boeing terus turun pada perdagangan Senin (18/3) di tengah larangan terbang jet 737 Max di seluruh dunia. Kejatuhan terjadi setelah kecelakaan pesawat mematikan di Ethiopia yang melibatkan pesawat tersebut.

Saham Facebook juga jatuh 3,3 persen. Seorang analis di Needham pada Senin (18/3) menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi hold dari buy, mengutip poros Facebook terhadap privasi dan pesan terenkripsi serta meningkatnya risiko-risiko pengawasan peraturan yang lebih besar sebagai “efek jaringan negatif.”

Wall Street mengamati dengan cermat pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan akan dimulai pada Selasa waktu setempat. Investor akan mencari petunjuk tentang prospek ekonomi dari bank sentral AS. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru