Volatilitas Tinggi, Wall Street Ditutup Bervariasi

- Pewarta

Selasa, 17 Mei 2022 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Volatilitas pasar cukup tinggi, semalam, dengan indeks S&P 500 ditutup turun karena Tesla jatuh dan saham pertumbuhan lainnya melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 26,76 poin atau 0,08% menjadi 32.223,42 poin. Indeks S&P 500 melemah 15,88 poin atau 0,39% menjadi 4.008,01 poin. Nasdaq Composite jatuh 142,21 poin atau 1,2% menjadi 11.662,79 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing turun 2,12% dan 0,91% , memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,62%, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas ekonomi China mendingin tajam pada April karena meluasnya penguncian COVID-19 berdampak besar pada konsumsi, produksi industri, dan lapangan kerja, menambah kekhawatiran ekonomi dapat menyusut pada kuartal kedua.

Namun, saham-saham energi mendapat dorongan dari optimisme bahwa China akan melihat pemulihan permintaan yang signifikan setelah tanda-tanda positif bahwa pandemi virus corona surut di daerah yang paling terpukul.

Investor mempertanyakan apakah hari yang kuat di Wall Street Jumat (13/5/2022) lalu mungkin menandakan akhir dari aksi jual baru-baru ini yang telah membuat indeks S&P 500 anjlok sekitar 16% dari rekor penutupan tertinggi pada Januari.

Twitter turun lebih dari 8% setelah Bloomberg melaporkan bahwa Elon Musk mengatakan kesepakatan untuk membeli perusahaan media sosial dengan harga lebih rendah dari yang sebelumnya disepakati US$ 44 miliar adalah “tidak mungkin.”

Tesla, yang dipimpin Musk, juga anjlok hampir 6%.

Investor telah khawatir bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve AS untuk memerangi inflasi yang tinggi selama beberapa dekade dapat mengarahkan ekonomi ke dalam resesi, dengan konflik di Ukraina, gangguan rantai pasokan dan penguncian terkait pandemi di China memperburuk masalah ekonomi.

Data pada Senin (16/5/2022) menunjukkan aktivitas pabrik di negara bagian New York merosot pada Mei untuk ketiga kalinya tahun ini di tengah anjloknya pesanan dan pengiriman baru.

Investor fokus pada data penjualan ritel yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, menyusul data inflasi dan sentimen konsumen yang mengkhawatirkan pekan lalu.

Pengecer termasuk Walmart Inc, Home Depot dan Target Corp akan melaporkan hasil kuartalan mereka minggu ini.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,2 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru