Untung Selisih Kurs, Laba Sat Nusapersada Melesat 1.771 % di Kuartal I-2020

- Pewarta

Sabtu, 6 Juni 2020 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten,com, Jakarta – PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) hingga akhir kuartal I -2020 mencatat laba sebesar USD3,11 juta naik tajam 1.771 persen dari laba kuartal I-2019 yang hanya USD166,29 ribu.

Dalam laporan keuangan PTSN yang disampaikan ke BEI Kamis (4/6/2020) menyebutkan, pendapatan perseroan sebenarnya turun 51,05 persen menjadi USD39,86 juta dari pendapatan USD81,45 juta, namun perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan hingga turun 56,89 persen menjadi USD33,64 juta dari beban pokok pendapatan USD78,03 juta tahun sebelumnya.

Sehingga pada kuartal I-2020 laba kotor PTSN meningkat 82,17 persen menjadi USD6,23 juta dibandingakn laba kotor USD3,42 juta tahun sebelumnya namun perseroan tetap membukukan beban usaha yang tumbuh 11,93 persen menjadi USD3,30 juta dari USD2,95 juta.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada satu pos yang cukup positif adalah laba selisih kurs neto yang tercatat sebesar USD894,19 ribu berbanding terbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang m,asih rugi sebesar USD170,51 ribu.

Sehingga laba sebelum pajak diraih USD4,05 juta naik tajam 1.566 persen dibandingkan laba sebelum pajak USD242,88 ribu tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai USD144,73 juta hingga periode 31 Maret 2020 turun 10,24 persen dibandingkan total aset USD161,25 juta hingga periode 31 Desember 2019.

Yang juga perlu diperhatikan terkait oprasional perseroan adalah kas dan setara kas akhir periode yang dicatatkan oleh PTSN yang menurun 69,24 persen menjadi USD1,24 juta dari USD4,04 juta pada tahun sebelumnya. (emi)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB