Tidak Sama, Ini Perbedaan Menjalani Rapid Test dengan Karantina

- Pewarta

Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak Sama, Ini Perbedaan Menjalani Rapid Test dengan Karantina

Dokter Reisa Broto Asmoro. (Foto : Instagram @reisabrotoasmoro)

Mediaemiten.com, Jakarta – Rapid Test atau tes cepat, merupakan langkah awal identifikasi apakah seseorang sedang terinfeksi virus, termasuk SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, menggunakan antibodi yang diambil dari sampel darah.

Tes cepat rapid test hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih menggunakan standar operasional yang diyakini oleh para ahli tenaga medis dan tidak berbahaya. Pelaksanaannya justru akan membantu seseorang, orang lain, dan pemerintah untuk melakukan penelusuran kontak dengan carrier atau orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, menjalani rapid test antibodi juga bukan berarti dikarantina. Seseorang yang di rapid test masih dapat beraktivitas dengan menjalankan protokol kesehatan, selama hasilnya negatif atau non-reaktif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjalani Rapid Test, tidak sama dengan dikarantina,” tutur Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

“Jangan takut untuk beraktivitas selama menjalankan protokol kesehatan, apabila hasil rapid test tidak reaktif,” imbuh Dokter Reisa.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, prinsip rapid test atau tes cepat yang disebut sebagai Rapid Diagnosis Test, sebenarnya ditujukan kepada orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif.

Adapun rapid test yang dilakukan oleh pemerintah tetap menargetkan orang-orang yang berisiko tinggi. Tenaga kesehatan diseluruh Indonesia melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Upaya ini, disebut sebagai contact tracing.

Menurut Dokter Reisa, rapid test berpotensi dilakukan di tempat keramaian atau kerumunan apabila memang diperlukan.

“Jadi, apabila lokasi tersebut diduga berkaitan dengan ditemukannya kasus positif, maka tes masif dilakukan berdasarkan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.

Sedangkan, rapid test secara massal yang sering dilakukan di beberapa tempat keramaian, seperti pabrik, pasar dan perkantoran, adalah dengan tujuan menapis atau skrining awal.

“Ini meminimalisir kalau ada orang yang membawa virus, tapi tidak sakit, dan kemudian berpergian secara bebas,” jelas Dokter Reisa.

Dalam hal ini, carrier atau orang yang membawa virus akan membahayakan anggota masyarakat lainnya, terutama bagi yang rentan seperti balita, orang tua atau lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Ini berarti, rapid test membantu kita menemukan orang yang harus dirawat, agar segera sembuh, dan tidak malah menimbulkan komplikasi, dan membantu mengetahui jumlah orang yang membawa virus, tapi tetap sehat,” jelas Dokter Reisa.

“Mereka harus melindungi orang lain, jangan sampai kalau tidak ditanggulangi, maka bisa menulari orang lain. Orang seperti ini, bisa diisolasi mandiri di rumah, atau fasilitas lain,” pungkasnya. Demikian, seperti dikutip Femme.id. (psp)

Berita Terkait

Tidak Harus Traveling, Ini Cara Lain Memanfaatkan Budget sebelum Tahun Berganti
Hotel Gatot Subroto, Koneksi dan Kenyamanan di Jakarta Selatan
Compact Living Cellini, Solusi Furniture untuk Apartemen  
BRI Berdayakan UMKM Manfaatkan Peluang di Industri Gula Aren, Tren Gaya Hidup Sehat Kian Digemari
Inilah 5 Khasiat dan Manfaat Jeruk Purut untuk Kesehatan Jasmani Termasuk Meningkatkan Kualitas Tidur
Dukungan BRI Dorong Kreativitas Generasi Muda, USS 2024 Presented by BRImo: Kolaborasi Fashion dan Lifestyle
Gaet Vidi Aldiano, BRI Edukasi Masyarakat Hindari Modus Penipuan Lewat Lagu
BRI Gelar Kompetisi ‘Creator Fest 2024’, Dukung Perkembangan Industri Kreatif Nasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tidak Harus Traveling, Ini Cara Lain Memanfaatkan Budget sebelum Tahun Berganti

Sabtu, 20 September 2025 - 18:27 WIB

Hotel Gatot Subroto, Koneksi dan Kenyamanan di Jakarta Selatan

Rabu, 30 Juli 2025 - 20:08 WIB

Compact Living Cellini, Solusi Furniture untuk Apartemen  

Sabtu, 3 Mei 2025 - 12:40 WIB

BRI Berdayakan UMKM Manfaatkan Peluang di Industri Gula Aren, Tren Gaya Hidup Sehat Kian Digemari

Senin, 16 Desember 2024 - 13:58 WIB

Inilah 5 Khasiat dan Manfaat Jeruk Purut untuk Kesehatan Jasmani Termasuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB