Survei : Ekonomi AS Melambat Dua Tahun ke Depan

- Pewarta

Selasa, 26 Maret 2019 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Washington – Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan melambat tajam selama dua tahun ke depan, sebuah survei oleh Asosiasi Nasional Ekonomi Bisnis (National Association of Business Economics/NABE) menunjukkan pada Senin (25/3/2019).

Menurut NABE Outlook Survey Maret 2019, pertumbuhan ekonomi AS, yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB) riil, diproyeksikan melambat menjadi 2,4 persen pada 2019 dan semakin melambat menjadi 2,0 persen pada 2020.

Perkiraan untuk pertumbuhan 2018 setahun penuh adalah 2,9 persen, dan survei NABE Desember memproyeksikan bahwa pertumbuhan 2019 akan menjadi 2,7 persen. Survei terbaru, di mana total 55 peramal profesional disurvei, dilakukan antara 22 Februari hingga 7 Maret.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Panel telah berubah kurang optimis tentang prospek sejak survei sebelumnya, karena tiga perempat responden melihat risiko-risiko miring ke sisi penurunan, dan hanya enam persen yang menganggap risiko-risiko ke sisi kenaikan,” kata Presiden NABE Kevin Swift.

Kebijakan perdagangan proteksionis AS terhadap mitra dagang utamanya ditambah dengan laju pertumbuhan yang lambat dari PDB dunia, telah dikutip oleh panelis sebagai alasan utama perlambatan tersebut.

“Mayoritas panelis melihat hambatan eksternal dari kebijakan perdagangan dan perlambatan pertumbuhan global sebagai risiko-risiko penurunan utama terhadap pertumbuhan,” kata Ketua Survei Gregory Daco.

Mengingat kebijakan perdagangan AS baru-baru ini dan reaksi negara-negara lain, 72 persen panelis telah menurunkan perkiraan mereka untuk 2019, dengan 58 persen dari mereka menurunkan perkiraan mereka sebesar 0,01 hingg 0,25 poin persentase, dan 13 persen sebesar 0,25 hingga 0,50 poin persentase, survei menemukan.

Para ekonom menempatkan peluang resesi mulai tahun 2019 sekitar 20 persen, dan kemungkinan resesi pada akhir 2020 sebesar 35 persen.

“Sebagian, ini mencerminkan kebijakan putar balik dovish Federal Reserve pada Januari,” kata Daco. “Mayoritas panelis mengantisipasi hanya satu kenaikan suku bunga lagi dalam siklus ini dibandingkan dengan tiga kenaikan yang diperkirakan dalam survei Desember.”

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu (20/3), dengan 11 dari 17 pejabat yang berpartisipasi dalam menetapkan kebijakan suku bunga memprediksi tidak ada kenaikan suku bunga sama sekali tahun ini, dan sisanya enam peserta meramalkan antara satu hingga dua kenaikan.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers Rabu (20/3) bahwa peserta Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) “sekarang melihat pertumbuhan 2019 sekitar dua persen, dengan tingkat pengangguran tetap di bawah empat persen,” dan tingkat inflasi inti, yang menghilangkan harga pangan dan energi yang fluktuatif , tetap mendekati dua persen.

Namun demikian, pemerintahan Trump menawarkan prospek yang jauh lebih cerah. Dalam Laporan Ekonomi terbaru dari Presiden — sebuah dokumen yang disusun oleh Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih — pemerintah memperkirakan output ekonomi riil AS akan berkembang pada tingkat tahunan sebesar tiga persen antara 2018 dan 2029, dengan asumsi bahwa Kongres sepenuhnya menyetujui agenda ekonomi presiden. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru