Soal Gagal Bayar, BEI Fokus Telaah Dokumen Utang Jababeka

- Pewarta

Kamis, 11 Juli 2019 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia masih mendalami soal pernyataan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, atau KIJA, perihal adanya potensi gagal bayar atau default dalam hal pembayaran utang di keterbukaan informasinya.

Setelah BEI melakukan penghentian sementara atau suspensi saham KIJA pada Senin 8 Juli 2019, pada Selasa kemarin (9/7/2019), BEI pun memanggil manajemen KIJA, guna diminta klarifikasinya terkait masalah default tersebut.

Meski demikian, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, masih enggan menjelaskan apa saja inti dan poin-poin dari pertemuan bersama manajemen KIJA kemarin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada proses yang sedang dilaksanakan, tetapi saya juga belum boleh menyampaikan apa yang didiskusikan,” kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019

“Nanti akan diinformasikan, setelah mereka menyampaikan tanggapan di website bursa,” ujarnya.

Dalam pertemuan kemarin, Nyoman mengaku bahwa pihak bursa coba mengklarifikasi manajemen KIJA, perihal dokumen penerbitan surat utang yang dilakukan oleh anak usaha perusahaan Jababeka International BV.

Nyoman menjelaskan, pihak BEI masih akan memastikan, apakah memang prosedur penerbitan notes itu mengharuskan pembelian kembali saham (buy back) jika ada perubahan manajemen.

Selain itu, penelaahan juga dilakukan BEI pada dokumen resmi dan dokumen legal yang dimiliki perusahaan terkait hal tersebut. “Itu yang kita telaah, pertama tentunya sampai ke klausul-klausul yang ada pada saat mereka menerbitkan global bond misalnya,” kata Nyoman.

Kemudian, Nyoman mengaku pihak BEI juga telah mengirimkan pertanyaan tertulis kepada manajemen KIJA, untuk dijawab dan disampaikan melalui web resmi BEI dalam waktu tiga hari. “Penjelasan secara umum kan tiga hari, dan baru saja kemarin kita hearing. Hari ini kita kirimkan pertanyaan itu untuk mereka jawab,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru