Serangan Rudal, Sirene Udara, Awali Tahun Baru Ukraina

- Pewarta

Minggu, 1 Januari 2023 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kota Kyiv, Ukraina pada awal tahun baru 2023/IST.

Kondisi kota Kyiv, Ukraina pada awal tahun baru 2023/IST.

MEDIA EMITEN – Jika di banyak negara awal tahun baru ditandai dengan pesta kembang api, di Ukraina ditandai dengan rentetan rudal, sirene serangan udara meraung-raung berjam-jam. Rusia melanjutkan aksinya ke Kyiv dan bagian lain Ukraina awal hari tahun baru.

Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko mengatakan telah terjadi beberapa ledakan di ibu kota, menyebabkan setidaknya satu kematian. Sebuah hotel juga mengalami kerusakan.

Serangan itu terjadi dua hari setelah Rusia melakukan salah satu serangan udara terbesar sejak dimulainya perang, demikian seperti dikutip dari CNBC International, Minggu 1 Januari 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan Rusia dapat melancarkan lebih banyak serangan untuk membuat Ukraina “merayakan Tahun Baru dalam kegelapan”.

Rusia telah menargetkan sektor energi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, menghancurkan pembangkit listrik dan menjerumuskan jutaan orang ke dalam kegelapan selama musim dingin yang membekukan di negara itu.

Beberapa pejabat senior Ukraina telah menyinggung pemogokan dalam posting media sosial, mengatakan bahwa Rusia tidak akan berhasil merusak perayaan mereka.

“Para penjajah telah memutuskan untuk mencoba merusak hari bagi kami,” kata Gubernur Mykolaiv Vitaly Kim di Facebook.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru