Sentimen Perang Dagang Kembali Picu Depresiasi Rupiah Jadi Rp15.297

- Pewarta

Kamis, 11 Oktober 2018 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak melemah sebesar 44 poin menjadi Rp15.297 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.253 per dolar AS, terimbas isu perang dagang yang kembali memanas.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong di Jakarta, Kamis (11/10/2018), mengatakan bahwa sentimen perang dagang kembali membebani laju mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

BACA JUGA : Rupiah Menguat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beredar kabar Presiden AS Donald Trump siap meningkatkan tarif impor lebih lanjut terhadap produk Tiongkok,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, perang dagang yang kembali memanas itu akan memicu Tiongkok untuk melakukan devaluasi mata uangnya, kondisi itu tentu berimbas negatif pada mata uang di kawasan sekitar.

“Sentimen perang dagang cukup kuat mempengaruhi mata uang rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya,” katanya.

Di tengah situasi eksternal yang kurang kondusif, lanjut dia, membuat investor cenderung menahan diri untuk masuk ke aset negara berkembang, termasuk Indonesia yang akhirnya memicu tekanan pada nilai tukarnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (11/10), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp15.253 dibanding sebelumnya (10/10) di posisi Rp15.215 per dolar AS. (zub)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB