MEDIA EMITEN – Kapitalisasi pasar di Burs Efek Indonesia (BEI) selama sepekan naik tipis 1,02% menjadi Rp 7.174,001 triliun dari Rp7.101,430 triliun pada penutupan pekan lalu.
Menurut keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com, volume transaksi harian bursa selama sepekan naik 16,15% dari 13,695 miliar saham menjadi 15,907 miliar saham.
Baca Juga: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BEI menyebutkan, peningkatan diikuti oleh rata-rata frekuensi harian bursa sebesar 4,40% dari sebanyak 1.003.634 kali transaks menjadi 1.047.771 kali transaksi.
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 21 emisi dari 17 emiten senilai Rp 24,63 triliun.
Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 480 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 436,15 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 129 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 143 seri dengan nilai nominal Rp4.169,77 triliun dan US$ 400,00 juta.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
EBA (Efek Beragun Asset) sebanyak 11 emisi senilai Rp 6,89 triliun.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 0,98% pada level 6.070,209 dari 6.011,456.
Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami koreksi 10,52% dari Rp 10,628 triliun menjadi Rp 9,510 triliun.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 32,99 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 8,853 triliun.
Baca Juga:
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
Sebelumnya pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, IHSG melemah tipis 1,52 poin atau 0,02% ke posisi 6.070,21.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,12 poin atau 0,01% ke posisi 906,49.
Baca Juga: Investor Saham Di NTT Meningkat Drastis, BEI Sebut Sudah Capai 8.634
Menurut analis Philip Sekuritas, Anugerah Zamzami Nasr, pelemahan IHSG di BEI diberatkan oleh pelemahan lanjutan di akhir-akhir sesi dari saham UNVR, INKP, ANTM, TLKM BRPT dan MDKA.
“Pelemahan IHSG juga sejalan dengan mayoritas indeks saham di Asia sore ini yang ditutup turun setelah data inflasi China memperdalam kekhawatiran atas inflasi global,” katanya. (wan)








