Sebulan Naik 64 Persen, BEI Suspensi Saham Pyridam Farma (PYFA)

- Pewarta

Minggu, 7 Juni 2020 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Peng-SPT-0024/BEI.WAS/06-2020 memutuskan, menghentikan sementara perdagangan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mulai perdagangan sesi 1 hari ini, Kamis (4/6/2020).

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulis Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dan Kadiv. Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, seperti dilansir pada laman keterbukaan informasi BEI, Rabu (3/6/2020).

Disebutkan, sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham perseroan, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) pada perdagangan tanggal 4 Juni 2020.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghentian sementara saham PYFA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PYFA.

Sekadar informasi, pada perdagangan terakhir kemarin, Rabu (3/6/2020) saham PYFA terpantau bergerak menguat signifikan dengan ditutup naik 19,96 persen atau meningkat 99 poin ke harga Rp595 per saham.

Padahal sebulan sebelumnya, harga saham PYFA pada hari Senin, (4/5/2020) bulan lalu masih ditutup di kisaran harga Rp214 per saham.

Dengan demikian, sejak Senin (4/5/2020) sampai dengan Rabu (3/6/2020) kemarin, saham PYFA tercatat sudah menguat sekitar 64,03 persen dalam tempo sebulan belakangan ini. (mit)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru