Sebagai Gerakan Moral, KAMI Jangan Menghalalkan Segala Cara

- Pewarta

Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi PDIP, Kapitra Ampera. (Foto : Instagram @kapitra.lawfirm)

Politisi PDIP, Kapitra Ampera. (Foto : Instagram @kapitra.lawfirm)

Mediaemiten.com, Jakarta – Politisi PDIP Kapitra Ampera meminta agar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak menghalakan segala cara untuk menggolkan semua program dan tujuannya.

“Sebagai gerakan moral saya kira tidak tepat melakukan langkah-langkah yang bisa disebut sebagai praktek menghalalkan segala cara,” kata Kapitra di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Kapitra menuding, gerakan ini telah menunjukkan upaya-upaya yang bertentangan dengan cara-cara yang moralistik dalam menaikkan simpati masyarakat terhadap gerakannya bahkan cenderung menghalalkan segala cara.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Praktek menghalalkan segala cara sangat kontradiktif dan kontra produktif dengan cara-cara moralistik. Lebih baik tegas saja, jangan sebut gerakan moral,” katanya.

Kapitra menyebut bentuk nyata yang dipersoalkannya adalah jebakan terhadap Duta Besar Palestina untuk datang ke acara tersebut, yang mana dalam klasifikasinya, duta besar tersebut tidak mengetahui bahwa gerakan ini merupakan gerakan oposisi non-parlementer.

“Tindakan menjebak seperti ini memiliki implikasi yang sangat beresiko untuk duta besar tersebut karena dalam komunitas internasional, partisipasi dalam kegiatan politik internal negara adalah sesuatu yang dilarang,” katanya.

Kapitra memahami bagaimana perjuangan rakyat Palestina telah dikomodifikasi dan dipolitisasi oleh gerakan politik di Indonesia untuk
menarik simpati politik demi kepentingan golongan tertentu.

“Ingin menunjukkan ke publik bahwa duta besar Palestina hadir dengan harapan agar mendukung, padahal seolah-olah saja. Ini adalah penghinaan terhadap perjuangan rakyat Palestina,” kata Kapitra.

Hal lainnya, Kapitra menyebut adanya undangan terhadap Meutia Hatta, putri dari deklarator kemerdekaan Indonesia Mohammad Hatta.

“Ini juga mengandung kerancuan yang mengakibatkan beliau tidak mengetahui tentang apa sebenarnya gerakan ini dan berimplikasi adanya tuduhan bahwa beliau juga berpartisipasi dalam gerakan ini,” katanya.

Dalam partisipasi gerakan, konsensualitas atau kesepakatan
bergabung tanpa paksaan ataupun tipu muslihat merupakan hal yang paling penting, sehingga KAMI telah secara jelas menyalahi prinsip tersebut.

“Bilang saja gerakan politik, jadi lebih clear. Daripada mendeklarasikan diri menjadi gerakan moral, tapi menyampaikan tuntutan yang lebih bernuansa politis daripada moral,” katanya.

Apalagi, menurut Kapitra, substansi yang diangkat sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan gerakan masyarakat sipil yang ada di Indonesia dan konsisten dalam jalur non-politik.

Kapitra menyebut gerakan politik yang berkedok gerakan moral masyarakat sipil ini dapat berpotensi menggoyahkan stabilitas politik dan memberi narasi buruk bagi keterlibatan sipil (civic engagement) yang malah didominasi oleh aktor politik, bukan masyarakat sipil yang mewakili
berbagai sektor. (tim)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru