MEDIA EMITEN – Saham-saham unggulan yang sebelumnya tertekan, pada perdagangan Kamis 12 Januari 2023 mengalami rebound yang ditunjukkan pada penguatan indeks kelompok 45 (LQ45 ) sebesar 10,73 poin atau 1,2%. Hal ini mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 45,48 poin atau 0,69% ke posisi 6.629,93.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia mencatat, penguatan IHSG seiring dengan kenaikan mayoritas saham di kawasan Asia menjelang rilis data inflasi (CPI) AS untuk nanti malam.
Investor mempunyai ekspektasi bahwa inflasi sudah mulai mendingin di bulan Desember yang dapat memberi sinyal kepada bank sentral AS The Federal Reserve bahwa rangkaian kenaikan suku bunga yang dilakukan tahun lalu telah berhasil mencapai tujuannya sehingga bisa diperlambat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Asia, indeks Nikkei naik 3,8 poin atau 0,01% ke 26.449,8, indeks Hang Seng menguat 78,05 poin atau 0,36% ke 21.514,1, indeks Shanghai meningkat 1,61 poin atau 0,05% ke 3.163,45, namun indeks Strait Times melemah 3,73 poin atau 0,11% ke 3.267,78.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,66%, diikuti sektor keuangan dan sektor barang baku masing-masing 1,64% dan 1,17%.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,03%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,94% dan minus 0,18%.
Baca Juga:
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu RDTX, MIDI, ARTO, SMGR, dan PRDA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ITMG, BYAN, UNIC, STTP, dan TECH.
Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan penjualan dengan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 462,41 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp 220,76 miliar di pasar reguler.
Net sell terbanyak terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 211,16 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 117,27 miliar, PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 95,55 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 83,15 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 32,70 miliar.
Sebaliknya kelima saham ini mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, yaitu saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 70,40 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 44,63 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 25,04 miliar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 24,01 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 17,89 miliar.
Baca Juga:
Whale Cloud Gandeng AGIBOT guna Mempercepat Ekspansi “Embodied AI” di Pasar Global
Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.231.384 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,68 miliar lembar saham senilai Rp12,44 triliun. Sebanyak 295 saham naik, 227 saham menurun, dan 188 tidak bergerak nilainya.








