MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke level 6.809,9 63,43 atau turun 63,43 poin (0,92%) pada penutupan perdagangan Rabu 22 Februari 2023. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,51 poin atau 1,11%.
Pelemahan IHSG seiring dengan turunnya mayoritas saham global karena kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan suku bunga acuannya.
The Fed akan merilis notulensi rapat atau the minutes pada Rabu (22/1) malam ini, yang akan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga acuan mereka ke depannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan, laporan data ekonomi Amerika Serikat (AS) cenderung membaik, yang ditunjukkan oleh kenaikan yield UST 10 tahun yang menjadi 3,9%.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor industri sebesar 0,1%. Sedangkan sektor lainnya terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam minus 2,35%, diikuti sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang masing-masing minus 1,9% dan 1,51%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HRTA, FMII, MEDS, SKRN dan LAJU. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SLIS, RAJA, CBRE, BSML, dan BRIS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.101.545 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,64 miliar lembar saham senilai Rp9,79 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 353 saham menurun, dan 190 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 368,79 poin atau 1,34% ke 27.104,3, indeks Hang Seng melemah 105,65 poin atau 0,51% ke 20.423,8, indeks Shanghai melemah 15,37 poin atau 0,46% ke 3.291,1, dan indeks Strait Times turun 12,38 poin atau 0,37% ke 3.294,4.






