MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 43,57 poin atau 0,64% ke level 6.898,08 pada akhir perdagangan Kamis 3 Agustus 2023.
Saham unggulan menjadi pendorong kenaikan IHSG. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,88 poin atau 0,72% ke posisi 967,03.
Sentimen yang menjadi perhatian pasar antara lain penilaian lembaga pemeringkat Fitch yang menurunkan rating kredit Amerika Serikat (AS). Hal ini yang memicu tekanan pada aset berisiko, sehingga Wall Street terkena aksi jual, semalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, mayoritas saham di kawasan Asia juga memerah. Indeks Nikkei melemah 548,39 poin atau 1,68% ke 32.159,30, indeks Hang Seng melemah 96,51 poin atau 0,49% ke 19.420,86, indeks Shanghai menguat 18,77 poin atau 0,58% ke 3.2280,46, dan indeks Strait Times melemah 20,96 poin atau 0,63% ke 3.304,06.
Investor juga menantikan arah kebijakan moneter Bank of England yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi 15 tahun sebesar 5,25% dari 5%.
Di sisi lain, pasar juga merespon kebijakan otoritas China yang akan memperpanjang pemberian insentif pajak untuk perusahaan modal ventura dan angel investor di bidang teknologi hingga akhir tahun 2027, untuk mendorong inovasi yang tentunya akan mendukung perekonomian China ke depan.
Musim laporan keuangan menjadi katalis IHSG. Dibuka melemah, IHSG berhasil melompat ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Baca Juga:
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 1,6%, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing- masing naik 1,03% dan 0,97%.
Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus 0,08%, diikuti sektor transportasi & logistik yang masing- masing yang turun 0,05%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SGER, GTBO, WIDI, TAYS dan RMKO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni JATI, BEEF, NAYZ, HOMI dan IDEA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.076.826 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,43 miliar lembar saham senilai Rp8,92 triliun. Sebanyak 291 saham naik, 214 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.







