Saham Twitter Melonjak 15, 47 Persen Saat Wall Street Menguat

- Pewarta

Jumat, 26 Oktober 2018 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat pagi (26/10/2018), berbalik naik atau rebound dari aksi jual sesi sebelumnya karena investor mencerna beberapa laporan laba perusahaan kuartal ketiga serta data ekonomi utama, termasuk di antaranya Twitter dan Tesla yang bukukan laba hingga sahamnya melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 401,13 poin atau 1,63 persen, menjadi ditutup di 24.984,55 poin.

Indeks S&P 500 naik 49,47 poin atau 1,86 persen, menjadi berakhir di 2.705,57 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Komposit Nasdaq bertambah 209,93 poin atau 2,95 persen, menjadi 7.318,34 poin.

Saham Microsoft melonjak 5,84 persen pada Kamis (25/10) setelah perusahaan melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pada Rabu (24/10) setelah bel penutupan perdagangan.

Laba per saham dilusian Microsoft mencapai 1,14 dolar AS dan pendapatannya mencapai 29,08 miliar dolar AS, keduanya melampaui ekspektasi para analis.

Tesla melaporkan laba kuartal ketiga yang mengejutkan pasar. Produsen mobil listrik ini melaporkan pendapatan sebesar 6,82 miliar dolar AS dan laba per saham 2,9 dolar AS. Saham perusahaan melonjak 9,14 persen menjadi 314,86 dolar AS pada penutupan perdagangan.

Saham Twitter melonjak 15,47 persen setelah melaporkan laba dan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan. Untuk kuartal ketiga, perusahaan mencatat laba per saham 21 sen AS dan pendapatan 758 juta dolar AS, jauh melebihi ekspektasi para analis.

Di sisi ekonomi, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat pekan lalu, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Dalam pekan yang berakhir 20 Oktober, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 215.000, meningkat 5.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 210.000. Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 211.750, tidak berubah dari rata-rata yang direvisi minggu sebelumnya yaitu 211.750.

Defisit perdagangan AS dalam barang-barang melebar untuk bulan keempat berturut-turut pada September, membawanya ke defisit 76 miliar dolar AS, menurut Departemen Perdagangan AS.

Departemen itu mengatakan ekspor barang-barang AS untuk September mencapai 141,0 miliar dolar AS, 2,5 miliar dolar AS lebih banyak daripada ekspor Agustus. Sementara itu, impor barang-barang untuk September mencapai 217,0 miliar dolar AS, 3,1 miliar dolar AS lebih besar dari impor Agustus. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB