Saham Netflix Bebani Nasdaq, Wall Street Ditutup Beragam

- Pewarta

Kamis, 21 April 2022 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Nasdaq Composite yang sarat teknologi jatuh tertekan penurunan mengejutkan pelanggan Netflix membebani raksasa streaming tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 249,59 poin atau 0,71% menjadi 35.160,79 poin. Indeks S&P 500 turun 2,76 poin atau 0,06% menjadi i 4.459,45 poin. Nasdaq Composite anjlok 166,59 poin atau 1,22% menjadi 13.453,07 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat terangkat 1,85% melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor jasa komunikasi anjlok 4,07% merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, saham unggulan Dow didorong ke penutupan lebih tinggi kedua berturut-turut oleh laporan laba positif dari raksasa konsumen Procter & Gamble dan perusahaan IT IBM Corp. Saham dua perusahaan masing-masing terdongkrak 2,7% dan 7,1%.

Netflix Inc terjun 35,1%, penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari satu dekade, setelah menyalahkan inflasi, perang Ukraina dan persaingan sengit untuk penurunan pelanggan dan memperkirakan kerugian yang lebih dalam di masa depan.

Efek riak dirasakan baik oleh perusahaan-perusahaan teknologi keuangan ternama dan perusahaan-perusahaan yang diuntungkan oleh tren pandemi seperti tindakan penguncian.

Rekan streaming lainnya Walt Disney, Roku dan Warner Bros Discovery semuanya merosot lebih dari 5,5%, sementara yang diuntungkan selama kebijakan tinggal di rumah Zoom Video Communications, Doordash dan Peloton Interactive melihat saham mereka turun antara 6% dan 11,3%.

Saham-saham teknologi dan pertumbuhan terkemuka telah kesulitan tahun ini karena investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga akan mengurangi pendapatan masa depan mereka. Nasdaq anjlok hampir 14% sepanjang tahun ini, sedangkan S&P 500 jatuh 6,4%.

Secara keseluruhan, musim laporan keuangan telah dimulai dengan catatan yang kuat. Dari 60 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan hasilnya sejauh ini, 80% melebihi ekspektasi laba, menurut data Refinitiv. Biasanya, 66% mengalahkan perkiraan.

Sementara itu, data terbaru tentang rencana pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve dirilis pada sore hari.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun surut menjadi 2,85% setelah reli yang mendorongnya mendekati level kunci 3% pada awal sesi.

Tesla Inc merosot 5%, tetapi diperdagangkan lebih tinggi setelah membukukan rekor pengiriman dan pendapatan yang lebih tinggi dalam hasil kuartal pertama setelah penutupan.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru