Saham Boeing Jatuh Lagi, Sertifikasi Jet 737 MAX Banyak Dipertanyakan

- Pewarta

Selasa, 19 Maret 2019 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham Boeing Co jatuh tiga persen pada akhir perdagangan Selasa (19/3/2019), setelah sepasang laporan surat kabar selama akhir pekan menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang proses sertifikasi untuk jet 737 MAX sebelum dua kecelakaan mematikan baru-baru ini.

Sebuah laporan Wall Street Journal pada Minggu (17/3/2019) mengatakan Departemen Transportasi AS sedang menyelidiki persetujuan Badan Penerbangan Federal (FAA) terhadap 737 MAX dan khususnya sistem anti-stall (MCAS).

Seattle Times secara terpisah melaporkan bahwa analisis keselamatan Boeing terhadap sistem kontrol baru yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) memiliki kelemahan penting, termasuk daya (power) yang diremehkan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat kabar ini juga mengatakan FAA AS mengikuti proses sertifikasi standar pada MAX daripada pertanyaan-pertanyaan tambahan.

“Boeing (akan menghadapi) jauh lebih banyak pengawasan daripada proses-proses yang telah dilihat sebelumnya,” kata Richard Safran dari Buckingham Research seperti dikutip dari Reuters.

“Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS akan mencari masalah-masalah apa pun berkenaan dengan bagaimana manajemen menangani proses sertifikasi.”

Saham perusahaan telah menurun sekitar 10 persen sejak kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang menewaskan 157 orang, menghapus hampir 25 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya, menurut data Refinitiv.

Ethiopia mengatakan pada Minggu (17/3) bahwa kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines memiliki “kesamaan yang jelas” dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Penyelidikan Departemen Transportasi AS, yang diluncurkan setelah kecelakaan pada Oktober yang menewaskan 189 orang, telah memperingatkan kantor FAA untuk melindungi file komputer, WSJ melaporkan.

“FAA akan dipanggil untuk perannya dalam proses sertifikasi dan setiap kontribusi terhadap masalah MCAS,” kata Safran.

Senin lalu, Boeing mengatakan akan menempatan perangkat lunak yang telah diperbarui ke 737 MAX 8, beberapa jam setelah FAA mengatakan akan mengamanatkan “perubahan desain” di pesawat pada April.

Saham Boeing turun 2,8 persen menjadi 369,20 dolar AS pada awal perdagangan, menjadikannya hambatan terbesar pada Dow Jones Industrial Average. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru