Saham Australia Dibuka Turun Menyusul Dukungan Lemah dari Pasar Global

- Pewarta

Senin, 10 September 2018 - 02:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin (10/9/2018) pagi, dengan sejumlah sektor termasuk perbankan dan penambang sangat membebani pasar, menyusul dukungan lemah dari pasar-pasar global.

Pada pukul 10.30 waktu setempat), indeks acuan S&P/ASX 200 turun 14,70 poin atau 0,24 persen menjadi diperdagangkan di 6.129,10 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 13,70 poin atau 0,22 persen diperdagangkan di 6.238,60 poin.

“Tidak adanya berita tentang tarif perdagangan adalah sedikit negatif untuk pasar saham lokal dan mata uang,” kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan perdagangan internasional terus menekan dolar Aussie, serta keluarnya data ekonomi AS yang menunjukkan bahwa penghasilan mingguan rata-rata telah meningkat.

Secara lokal, “komoditas berada di bawah tekanan, meskipun aluminium melonjak lagi,” kata McCarthy.

“Pasar berjangka menunjukkan ke arah penurunan lebih lanjut untuk saham Asia Pasifik menjelang satu minggu penuh dengan data makro.”Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 0,64 persen, Westpac Bank turun 0,54 persen, National Australia Bank turun 0,57 persen dan ANZ turun 0,53 persen.

Saham sektor pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP turun 0,74 persen, Rio Tinto turun 0,99 persen dan Fortescue Metals turun 1,88 persen, namun penambang emas Newcrest naik 0,56 persen.

Saham-saham produsen minyak dan gas tampak beragam dengan Woodside Petroleum turun 0,65 persen, Oil Search naik 0,18 persen dan Santos turun 1,05 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga bervariasi dengan Wesfarmers naik 0,32 persen dan Woolworth turun 0,23 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,64 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,21 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,80 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru