MEDIA EMITEN – Saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas dibuka anjlok pada awal perdagangan Rabu 14 September 2022, terseret rontoknya saham-saham dii Wall Street menyusul laporan indeks harga konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan untuk Agustus.
Nikkei 225 Jepang turun 2,8% di awal perdagangan, dan indeks Topix turun 2,19%.
Kospi di Korea Selatan kehilangan 2,58% dan Kosdaq turun 2,66%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Australia, S&P/ASX 200 turun 2,47%.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,16%.
Imbal hasil Treasury AS 2-tahun juga mencapai 3,79%, level tertinggi sejak 2007.
Dow Jones Industrial Average kehilangan 1.276,37 poin, atau 3,94%, menjadi ditutup pada 31.104,97. S&P 500 turun 4,32% menjadi 3.932,69, dan Nasdaq Composite kehilangan 5,16% untuk mengakhiri sesi di 11.633,57.
“Apa yang mungkin paling membingungkan dalam semua ini adalah bahwa kekuatan dalam inflasi inti sangat banyak didorong oleh kategori sektor jasa,” kata Ray Attrill, kepala strategi FX National Australia Bank, menulis dalam sebuah catatannya, seperti dikutip dari CNBC International.







