Rupiah Terus Melemah, Butuh Perhatian Pemerintah

- Pewarta

Rabu, 5 September 2018 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Melemah dan terus merosotnya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS yang sudah mencapai Rp 14 ribu mendapat perhatian khusus dari anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra dapil DIY, Andika Pandu Puragabaya.

Dia menungkapkan, dengan terus melemahnya nilai kurs rupiah saat ini sangat berpotensi krisis besar bakal dihadapi Indonesia. Menurutnya, dengan makin lemahnya mata uang rupiah, kewajiban pemerintah untuk bayar pokok bunga utang semakin besar.

“Indonesia semakin sulit membayar cicilan dan bunga utang luar negeri. Seharusnya dengan kondisi yang makin parah seperti saat ini, pemerintah harus mulai lepas dari investasi dan tenaga kerja asing. Bukan justru makin gencar berkampanye dengan koar-koar mengumumkan keberhasilan kerjanya,” tegas Andika Pandu, Selasa (4/9/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandu juga meminta pemerintah jujur soal ambang batas psikologi nilai tukar rupiah. Menurut putra mantan Panglima TNI Djoko Santoso ini, pemerintah tak perlu berbohong untuk membuat tenang masyarakat semata, dengan mengatakan ambang batas psikologi nilai tukar Rp20 ribu per dolar AS.

“Dengan kondisi (melemahnya nilai kurs rupiah) ini, saya berani menyimpulkan jika elektabilitas pemerintahan dibawah Presiden Joko Widodo akan turut merosot. Jokowi sudah gagal memenuhi janjinya, salah satunya soal kemandirian ekonomi,” imbuh Andika Pandu.

Dia berharap pemerintahan dibawah Jokowi segera menanggulangi melemahnya kurs rupiah ini, karena dalam beberapa waktu kedepan kondisi ini masih saja sama, bahkan kian jeblok. “Intinya, Jokowi bersama kabinetnya harus fokus kerja ngurus negara ini, bukan justru berkampanye,” tandasnya. Demikian, seperti dilansir Krjogja.com. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB