Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore (17/9/2018), bergerak melemah sebesar 70 poin menjadi Rp14.871 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.801 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (17/9/2018), mengatakan dolar AS bertahan dalam area penguatan terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah pada awal pekan ini.
BACA JUGA : Kurs Rupiah Kembali Melemah Rp14.843
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Investor hati-hati menunggu berita tentang kebijakan dagang AS yang menerapkan tarif Amerika Serikat kepada Tiongkok,” katanya.
Ia mengemukakan pasar sedang menanti kepastian waktu dan besaran mengenai kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada impor Tiongkok.
Ia menambahkan proyeksi kenaikan suku bunga Amerika Serikat menambah sentimen positif bagi mata uang dolar AS. Rencananya, The Fed akan menyelenggarakan rapat Komite Pasar Terbuka The Fed (FOMC) pada 25-26 September mendatang.
Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan neraca perdagangan Indonesia yang defisit turut menjadi katalis negatif bagi rupiah pada awal pekan ini.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
“Data neraca perdagangan Indonesia pada Agustus mengalami defisit meski lebih rendah dibanding bulan sebelumnya,” katanya.
Badan Pusat Statistik mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus mengalami defisit sebesar 1,02 miliar dolar AS, lebih rendah jika dibandingkan Juli sebesar 2,01 miliar dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (17/9), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.859 dibandingkan Jumat (14/9), di posisi Rp14.835 per dolar AS. (zub)







