Rupiah Menguat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

- Pewarta

Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (11/10/2018) bergerak menguat sebesar 31 poin ke posisi Rp15.225 dibandingkan sebelumnya Rp15.256 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa dolar AS cenderung bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah didorong data ekonomi Amerika Serikat yang menurun.

BACA JUGA : Rupiah Menguat di Bawah Rp15.200

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data indeks harga jual di level produsen atau Produce Price Index (PPI) di AS pada September sebesar 2,6 persen (yoy) dari sebelumnya 2,8 persen,” paparnya.

Ia menambahkan turunya data PPI itu mendorong penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sebesar tujuh basis poin (bps) ke level 3,16 persen.

“Penurunan imbal hasil obligasi AS itu dapat mendorong arus masuk ke pasar obligasi Indonesia dan mendorong penguatan rupiah setelah dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan,” katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan apresiasi nilai tukar rupiah menunjukan stabilitas ekonomi Indonesia cukup terjaga.

Menurut dia, penguatan rupiah itu juga seiring adanya pernyataan dari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde yang menilai kondisi ekonomi indonesia dalam keadaan baik.

“Pernyataan itu memberi kepercayaan kepada pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi nasional dan berdampak pada penguatan rupiah,” katanya. (zub)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru