Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore (24/10/2018), ini menguat sebesar 16 poin menjadi Rp15.189 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.205 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (24/10/2018), mengatakan bahwa pelemahan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) membuat permintaan dolar AS menurun.
BACA JUGA : Rupiah Pagi Menguat Menjadi Rp15.195
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meskipun dolar AS masih merupakan mata uang safe haven, namun pelemahan pasar saham AS mengurangi ketertarikan pelaku pasar untuk masuk ke aset denominasi dolar AS,” katanya.
Ia menambahkan, ketidakpastian ekonomi global turut mempengaruhi minat pelaku pasar terhadap dolar AS. Saat ini, pelaku pasar memandang mata uang yen Jepang lebih menarik dibandingkan dolar AS.
“Di tengah situasi ini, mata uang di sekitar kawasan, termasuk rupiah terkena imbas positifnya,” katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan kenaikan suku bunga dan perang dagang mulai berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS sehingga mendorong investor memilih mata uang selain dolar AS, seperti yen Jepang.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
“Rupiah mendapatkan momentum positif eksternal sehingga menguat terhadap dolar AS,” katanya.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (24/10), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp15.193 dibanding sebelumnya (23/10) di posisi Rp15.208 per dolar AS. (zub)







