Rupiah Kembali Melemah Terpengaruh Imbal Hasil Obligasi AS

- Pewarta

Jumat, 26 Oktober 2018 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infofinansial.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (26/10/2018), ini melemah sebesar 19 poin menjadi Rp15.194 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.175 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova, di Jakarta, Jumat (26/10/2018) mengatakan sentimen imbal hasil obligasi Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

BACA JUGA : Ditopang Fundamental Ekonomi Nasional, Rupiah Menguat Jadi Rp15.176

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Imbal hasil obligasi AS yang berada di atas angka tiga persen memicu dana-dana di pasar negara berkembang mengalir ke sana sehingga permintaan dolar AS meningkat dan menekan rupiah,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, fluktuasi rupiah relatif kondusif masih di bawah angka Rp15.200 per dolar AS, menunjukkan fundamental ekonomi nasional yang solid.

“Kondisi nilai tukar rupiah saat ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian domestik di tengah perkembangan global yang bervariasi,” katanya.

Ia mengatakan pelaku pasar optimistis pertumbuhan ekonomi 2018 dapat mencapai di atas lima persen, situasi itu cukup berpengaruh positif bagi rupiah secara jangka menengah dan panjang.

“Jangka pendek rupiah akan tetap berfluktuasi merespon sentimen berita terbaru, namun untuk jangka panjang pergerakannya masih akan positif,” katanya. (zub)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru