Termasuk, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan evaluasi total pasca musibah ini.
“Dari sisi teknologi penerbangan, pasti ada konsekuensi tersendiri akibat berkurangnya volume pemakaian pesawat-pesawat udara tersebut, belum lagi soal isu usia pesawat yang banyak berusia tua,” pungkas Rifqi.
Kecelakaan yang dialami pesawat Sriwijaya SJ-182 Rute Jakarta-Pontianak membuat luka mendalam bagi Bangsa Indonesia di awal 2021.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rifqi amat terkejut dan merasakan duka mendalam atas peristiwa ini. Ia menyadari, pandemi ini adalah masa yang amat sulit bagi dunia penerbangan.
Karena dari sisi bisnis, dunia penerbangan merasakan dampaknya. Kendati demikian, keselamatan penumpang adalah segala-galanya. (dpr)
Halaman : 1 2







