MEDIA EMITEN – Tim Penggerak PKK Jagakarsa Jakarta Selatan memanen sayuran hidroponik hasil produksi kelompok Binawarga Farm Kelurahan Srengsengsawah, Jagakarsa berupa bayam merah.
Hasil panen yang kedua ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Baca Juga: Ibu Walikota Jaksel Kunjungi Panen Raya Tanaman Hidroponik di Binawarga Farm Srengseng Sawah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayam merah bisa bertumbuh mencapai satu meter.
Menurut Umi Nita Arlianti yang menjadi motor penggerak petani kota ini, dalam uji coba tanaman hidroponik bayam merah kali ini telah ditanam sebanyak 50 batang.
“Ternyata hasilnya cukup bagus. Selain bayam merah, kami juga menanam bayam hijau, pokcay, dan ciaisim,” ujar Umi Nita kepada mediaemiten.com.
Ia menambahkan, para ibu PKK sangat antusias sangat panen tanaman hidroponik.
“Kami merasa senang panen kali ini karena hasilnya sangat memuaskan,” kata Umi Nita.
Panen tanaman hidroponik bayam merah ini merupakan hasil kerja keras para ibu yang pantang menyerah sehingga membuahkan hasil positif.
Berawal dari kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjang mendorong ibu-ibu PKK berinisiatif untuk berkebun tanaman hidroponik.
“Tanaman hidroponik ini sangat cocok untuk kawasan dengan lahan terbatas seperti Jakarta,” kata Umi Nita.
Panen kedua kali ini bisa menghasilkan 50 kilogram bayam merah, dan langsung terjual habis.
Mohammad Lutfi, Ketua Binawarga Farm Srengsengsawah, Jagakarsa, Jaksel merasa senang kegiatan panen tanaman hidroponik ini banyak melibatkan warga .
“Kami akan meningkatkan lagi tanaman hidroponik dengan menambah lahan baru yaitu Green House.
“Insya Alloh habis Lebaran akan kamin kerjakan,” ucap Mohammad Lutfi.
Ahmad Sahal, bagian pelaksana pembangunan tanaman hidroponik mengatakan sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan Green House di lokasi Binawarga Farm Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Simak Pula: Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma
Baca Juga:
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Jiahui Buka Pusat Terapi Sel Internasional, Perluas Akses Pengobatan CAR-T secara Global
“Biaya yang kami butuhkan sekitar Rp 30 juta,” ucapnya. (TIM)









