Mediaemiten.com, Buenos Aires – Mata uang peso Argentina menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (2/10/2018), setelah bank sentral menerbitkan putaran obligasi jangka pendek lainnya dengan suku bunga tinggi bertujuan mengatasi likuiditas di pasar valas yang tipis, kata para pedagang.
Peso ditutup 3,67 persen lebih kuat pada 38,15 per dolar AS, meningkat sebesar 8,26 persen sejak awal pekan ini.
Bank sentral menjual surat utang jangka pendek “Leliq” bertenor tujuh hari senilai 1,398 miliar dolar AS (52,815 miliar peso) pada Selasa (2/10/2018), dengan suku bunga tahunan 69,465 persen, menurut para pedagang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Itu datang bersamaan dengan lonjakan peso pada Senin (1/10/2018) menyusul penjualan awal surat utang “Leliq” tujuh hari oleh bank sentral sebesar 1,78 miliar dolar AS dengan suku bunga tahunan 67,175 persen.
Bank mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menerbitkan surat utang “Leliq” secara teratur karena negara itu sedang memerangi inflasi yang diperkirakan melebihi 40 persen tahun ini.
Reli mata uang minggu ini menyusul pukulan terhadap peso, yang telah kehilangan lebih dari setengah nilainya terhadap dolar AS pada 2018.
Lelang “Leliq” dimaksudkan guna mengurangi jumlah peso yang tersedia bagi para investor untuk membeli mata uang “safe-haven” dolar AS.
Baca Juga:
Hisense Gelar Instalasi Interaktif Bertema RGB, Dukung Euforia FIFA World Cup 2026™ di New York
Kesepakatan pendanaan siaga Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 57 miliar dolar AS tercapai minggu lalu, ditingkatkan dari semula 50 miliar dolar AS, termasuk pemotongan belanja yang lebih tajam dan kenaikan pajak yang bertujuan untuk menghapus defisit fiskal primer, yang diperkirakan setara 2,6 persen dari produk domestik bruto tahun ini.
Argentina sedang berjuang untuk membebaskan diri dari siklus krisis keuangan yang melanda negara itu setiap dekade selama 60 tahun terakhir.
“Kami percaya bahwa program keuangan baru yang disepakati dengan IMF akan mengatasi titik tumpu kutukan Argentina: defisit fiskal” perusahaan pialang Argentina Balanz mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien pada Selasa (2/10/2018).
Para menteri keuangan dari Kelompok Tujuh (G7) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (2/10/2018) sore mereka “sangat mendukung komitmen dan tekad” dari pemerintah Argentina untuk menstabilkan ekonomi.
Baca Juga:
Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED
Pendapatan Lockton Meningkat Menjadi $4,5 Miliar Pada Tahun Fiskal 2026
Perjanjian IMF juga menyerukan peso diperdagangkan di kisaran 34 hingga 44 per dolar AS, berlaku mulai Senin (1/10/2018).
Bank sentral, yang telah menghabiskan hampir 16 miliar dolar AS dalam cadangan devisanya untuk menopang peso sejauh tahun ini, telah setuju dengan IMF untuk tidak mengintervensi pasar valuta asing selama peso tetap ada di kisaran tersebut.








