Pergerakan Saham Kuartal Keempat 2018 Diprediksi Bervariasi

- Pewarta

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia memprediksi pergerakan saham-saham di dalam negeri pada kuartal keempat 2018 akan bervariasi.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (19/10/2018) mengatakan pada kuartal empat 2018, dalam jangka pendek volatilitas pasar saham masih akan terjadi dipicu sentimen global dan domestik.

“Dari sisi global, suku bunga the Fed diperkirakan masih naik satu kali lagi,” paparnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjut dia, berita-berita mengenai konflik perdagangan juga masih akan ada sampai akhir 2018, dan diikuti harga minyak yang akhir-akhir ini terlihat cenderung meningkat.

Dari sisi domestik, ia mengemukakan, rupiah masih cenderung melemah, defisit neraca berjalan sepanjang 2018 di level tiga persenan, dan investor juga masih menunggu laporan laba perusahaan pada kuartal ketiga 2018.

“Yang menjadi kunci utama adalah stabilitas nilai tukar rupiah. Karena stabilitas nilai tukar adalah salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan investor mengambil keputusan untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Freddy Tedja.

Namun, menurut dia, yang melegakan adalah baik pemerintah maupun Bank Indonesia terlihat berupaya membuat rupiah kembali stabil dengan berbagai kebijakan, seperti kebijakan biodiesel 20 persen B20 untuk mengurangi impor dan prioritas proyek infrastruktur.

Kemudian, pengenaan tarif impor untuk 1.150 produk yang dianggap ada substitusinya di dalam negeri, dan kebijakan mengenai konversi devisa hasil ekspor.

“Kami berharap semua akan ada hasilnya terhadap stabilitas rupiah, meski tidak secara instan, dan pada saat rupiah sudah stabil, kami berharap pasar finansial Indonesia akan kembali membaik,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, dari sisi global dan domestik pada 2019 akan lebih banyak kepastian dibandingkan 2018. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru