Perekayasaan Lobster di Situbondo Dukung Industrialisasi Lobster

- Pewarta

Selasa, 14 Juli 2020 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Tak hanya untuk kesejahteraan nelayan dan pembudidaya lobster, Permen KP Nomor 12 tahun 2020 juga memberikan kesempatan pengembangan serta penelitian terkait lobster. Seperti yang dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) yang memulai perekayasaan lobster sejak awal 2020.

Kegiatan perekayasaan yang dikerjakan ialah pembesaran benih benih lobster dan pematangan gonad. “Ini dalam rangka mendukung program KKP untuk industrialisasi budidaya lobster,” kata Febriko, perekayasa BPBAP Situbondo, Minggu (12/7/2020).

Sosok yang akrab disapa Yayan ini memaparkan bahwa satu induk lobster bisa menghasilkan 25-50 ribu nauplisoma atau anakan yang baru menetas. Dari jumlah tersebut, sekira satu persennya bertahan dan menjadi benur atau benih bening lobster (BBL).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan pemberian pakan yang tepat, tiap bulan dapat dihasilkan induk-induk yang matang gonad,” urainya.

Di tempat yang sama, Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto mengungkapkan pembagian perekayaan dimulai dari pembesaran lobster I (Puerulus – 50 gram) atau untuk tujuan produksi lobster ukuran 50 gram. Adapun padat tebar larva 100 ekor/0,5 m³ dengan media pemeliharaan di bak terkontrol dan keramba jaring apung (KJA).

Setelah mencapai ukuran 50 gram, kemudian dilakukan pembesaran lobster II (50 g – 250 g) atau produksi lobster ukuran 250 gram. Padat tebar larva mencapai 50 ekor/0,5 m³ dengan media pemeliharaan di bak terkontrol dan KJA.

Terakhir, pematangan gonad dan pemijahan lobster yang ditujukan untuk memproduksi induk lobster yang matang gonad dan siap memijah.

“Pakan yang digunakan untuk pematangan gonad induk berupa, kekerangan, Crustacea dan Mollusca dalam bentuk segar,” jelas Nono.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sempat meninjau BPBAP Situbondo pada Kamis, 9 Juli 2020. Kala itu, Menteri Edhy menyebut Permen KP Nomor 12/2020 adalah jawaban atas keluhan nelayan serta pembudidaya, termasuk warga Situbondo. (inf)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru