Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, IHSG Ditutup Menguat 0,98 Persen

- Pewarta

Kamis, 20 September 2018 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat sebesar 57,66 poin seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS dan Tiongkok.

IHSG ditutup menguat 57,66 poin atau 0,98 persen menjadi 5.931,26. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15,01 poin atau 1,63 persen menjadi 938,63.

BACA JUGA : IHSG Menguat 24,88 Poin

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS-Tiongkok yang cenderung berkurang membuat pergerakan harga saham eksternal, termasuk IHSG kembali menguat.

“Investor seolah tak terpengaruh terhadap pengumuman pengenaan tarif impor fase kedua terhadap barang Tiongkok oleh Amerika Serikat, dan Tiongkok yang melakukan pembalasan, mayoritas bursa regional bergerak menguat,” katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon positif program pemerintah mengenai biodiesel 20 persen (B-20), yang diyakini dapat menekan impor migas dan menjadi penyebab neraca perdagangan Indonesia defisit.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan defisit neraca perdagangan Indonesia yang menurun menunjukkan fundamental perekonomian domestik yang kuat sehingga diapresiasi investor.

“Data ekonomi yang terlansir menunjukan fundamental ekonomi nasional cukup kuat sehingga IHSG dapat mempertahankan kenaikannya,” katanya.

Bank Indonesia mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit 1,02 miliar dolar AS atau menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang sebesar 2,01 miliar dolar AS.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham pada Kamis ini sebanyak 421.614 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,37 miliar lembar saham senilai Rp7,41 triliun.

Sebanyak 239 saham naik, 159 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 2,418 poin (0,01 persen) ke 23.674,93, indeks Hang Seng menguat 70,30 poin (0,26 persen) ke 27.477,67, dan indeks Strait Times menguat 3,86 poin (0,12 persen) ke posisi 3.180,43. (zub)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru