Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat sebesar 57,66 poin seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS dan Tiongkok.
IHSG ditutup menguat 57,66 poin atau 0,98 persen menjadi 5.931,26. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15,01 poin atau 1,63 persen menjadi 938,63.
BACA JUGA : IHSG Menguat 24,88 Poin
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS-Tiongkok yang cenderung berkurang membuat pergerakan harga saham eksternal, termasuk IHSG kembali menguat.
“Investor seolah tak terpengaruh terhadap pengumuman pengenaan tarif impor fase kedua terhadap barang Tiongkok oleh Amerika Serikat, dan Tiongkok yang melakukan pembalasan, mayoritas bursa regional bergerak menguat,” katanya.
Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon positif program pemerintah mengenai biodiesel 20 persen (B-20), yang diyakini dapat menekan impor migas dan menjadi penyebab neraca perdagangan Indonesia defisit.
Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan defisit neraca perdagangan Indonesia yang menurun menunjukkan fundamental perekonomian domestik yang kuat sehingga diapresiasi investor.
Baca Juga:
[MWC 2026] GlobalData Terbitkan Laporan Resmi tentang Evolusi Layanan Suara di Era AI
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
Sundown Markette 2026 Hidupkan Atmosfer Ramadan di Kawasan GBK
“Data ekonomi yang terlansir menunjukan fundamental ekonomi nasional cukup kuat sehingga IHSG dapat mempertahankan kenaikannya,” katanya.
Bank Indonesia mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit 1,02 miliar dolar AS atau menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang sebesar 2,01 miliar dolar AS.
Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham pada Kamis ini sebanyak 421.614 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,37 miliar lembar saham senilai Rp7,41 triliun.
Sebanyak 239 saham naik, 159 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
CGTN AMERICA & CCTV UN: China in Springtime: China’s Development Opportunities for the World
Roborock Jadi Merek Robot Pembersih Pintar No. 1 di Dunia Menurut IDC
[MWC 2026] GSMA Luncurkan Spesifikasi Pengalaman Aplikasi “AI Calling Native”
Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 2,418 poin (0,01 persen) ke 23.674,93, indeks Hang Seng menguat 70,30 poin (0,26 persen) ke 27.477,67, dan indeks Strait Times menguat 3,86 poin (0,12 persen) ke posisi 3.180,43. (zub)








